Eks Direktur Timses Prabowo Mundur dari Seleksi Anggota BPK

CNN Indonesia | Kamis, 04/07/2019 08:12 WIB
Eks Direktur Timses Prabowo Mundur dari Seleksi Anggota BPK Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Ferry Juliantono. (CNN Indonesia/Bimo Wiwoho)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan Wakil Direktur Relawan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang juga Wakil Ketua Umum Gerindra, Ferry Juliantono, mengaku sempat mendaftar sebagai calon anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) periode 2019-2024. Namun, Ferry memutuskan untuk tidak melanjutkan.

"Enggak. Saya sudah cabut. Enggak lengkapi berkas administrasi," ucap Ferry saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (3/7).

Ferry mengatakan kala itu tidak berkomunikasi terlebih dahulu dengan ketua umum Gerindra Prabowo Subianto saat mendaftar sebagai calon anggota BPK. Menurutnya, kala itu hanya sekadar mengajukan berkas pendaftaran saja dan tidak perlu meminta izin Prabowo.


"Terus saya enggak lengkapi berkas. Gerindra juga ternyata ada beberapa [yang mendaftar]," imbuh Ferry.

Ferry tidak menjelaskan alasan mengapa dirinya batal mengikuti seleksi calon anggota BPK 2019-2024. Dia hanya mengatakan saat ini masih sibuk menemui relawan Prabowo-Sandi di berbagai wilayah, khususnya Jawa Tengah.

Dia juga menegaskan dirinya tidak mengincar atau diajukan oleh partainya untuk mengisi jabatan di lembaga tertentu usai Pilpres 2019. Terlebih, lanjut Ferry, Gerindra sendiri belum memastikan bakal bergabung menjadi koalisi pemerintahan atau tidak.

"Masih merespons terhadap hasil penetapan KPU kemarin. Saya besok masih ke Yogyakarta, Solo ketemu dengan teman-teman relawan. Beri penjelasan, dengarkan pertimbangan mereka. Belum kepikiran yang lain," ucap Ferry.

Diketahui, ada beberapa politisi Gerindra yang tercatat sebagai calon anggota BPK periode 2019-2024. Selain Ferry, tercantum nama Pius Lustrilanang, Haerul Saleh, dan Willgo Zainar.

Pius membenarkan dirinya terdaftar sebagai calon anggota BPK. Dia mengaku sudah mendapat restu dari ketua umum Prabowo Subianto. Selain itu, jika terpilih nanti, Pius harus mengundurkan diri sebagai kader Gerindra.

"Beliau sudah setuju," ucap Pius saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (3/7).

(bmw/arh)