Terima Kunjungan Ma'ruf, JK Berikan Bundelan Tugas Wapres

CNN Indonesia | Kamis, 04/07/2019 12:42 WIB
Terima Kunjungan Ma'ruf, JK Berikan Bundelan Tugas Wapres Wakil Presiden Jusuf Kalla bersama wapres terpilih Ma'ruf Amin memberikan keterangan seusai melakukan pertemuan tertutup di Kantor Wakil Presiden. Jakarta, 4 Juli 2019. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menerima kunjungan wakil presiden terpilih Ma'ruf Amin di kantornya, Jakarta, Kamis (4/7). Dalam kunjungan itu, JK memberikan sebuah tas bertuliskan 'Istana Wakil Presiden RI' yang berisi sejumlah materi tentang tugas wapres.

Materi itu di antaranya tentang paparan organisasi dan tata kerja wapres RI, hak-hak keprotokolan, keuangan, dan administratif wapres dan istri wapres, serta cetak biru pendirian Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII).


"Saya silaturahim dan juga berbincang, pertama tentu menjelaskan tugas-tugas wapres. Juga apa tugas utama, ada juga inisiatif beliau, bagaimana kita menjalankan tugas dengan baik, dan beberapa hal yang sedang berjalan yang harus dilanjutkan," ujar JK usai menerima Ma'ruf.


Dalam pertemuan itu pula JK menjelaskan kepada Ma'ruf sejumlah tugas wajib dan tugas khusus yang biasanya diberikan dari presiden. Menurut JK penyampaian tugas dan tanggung jawab sebagai wapres ini perlu disampaikan demi keberlanjutan pemerintah mendatang. Sebagai catatan, baru kali ini seorang wapres menerima kunjungan dari wapres terpilih.

"Ya, tentu tugas-tugas yang terstruktur, katakanlah yang wajib, ada juga yang ditugaskan khusus dalam sidang kabinet oleh presiden, ada inisiatif sendiri. Semua sudah saya sampaikan," katanya.


"Ini penting supaya ada keberlanjutan pemerintahan. Jadi itu tidak boleh berhenti dan tidak boleh terpisah, harus berlanjut. Jadi kebijakannya boleh berbeda tapi sistem pemerintah harus jalan," imbuh JK.

Sementara itu Ma'ruf mengaku memperoleh banyak informasi dari JK tentang tugas wapres. Ia menyatakan bakal mempelajari permasalahan dan tanggung jawab yang harus diselesaikan oleh wapres.

"Saya dapat banyak informasi dari Pak JK, terima kasih karena ini penting sekali supaya tahu gambaran apa tugas wapres dan apa yang dihadapi bangsa ini. Saya baru kumpulkan permasalahannya dan tanggung jawab yang harus dipikul oleh wapres. Jadi, belum akan melakukan apa, kita akan pelajari lebih dalam," terang Ma'ruf.

Kunjungan ini dinilai Ma'ruf sebagai pengalaman baru usai dirinya terpilih sebagai wapres. Pasalnya, selama ini kunjungan yang ia lakukan adalah sebagai Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) atau Rais Aam PB Nahdlatul Ulama. 

"Nah, sekarang ini saya datang untuk menerima informasi sebagai wapres berikutnya. Tapi saya bilang wapresnya tetep Pak JK, lah, saya penggantinya," tutur Ma'ruf.



[Gambas:Video CNN] (psp/wis)