NasDem Sindir PAN Membodohkan Program Jokowi Selama Kampanye

CNN Indonesia | Kamis, 04/07/2019 18:23 WIB
NasDem Sindir PAN Membodohkan Program Jokowi Selama Kampanye Pertemuan Jokowi dan Ketum PAN Zulkifli Hasan. (CNN Indonesia/Christie Stefanie)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sekretaris Jenderal Partai Nasional Demokrat (NasDem) Johnny G Plate mengungkit sikap Partai Amanat Nasional (PAN) di masa kampanye Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 saat disinggung perihal peluang partai pimpinan Zulkifli Hasan itu bergabung dalam koalisi pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Menurutnya, PAN selalu memberikan narasi yang seolah-olah membodoh-bodohkan program Jokowi di kampanye Pilpres 2019 lalu.

"Silakan melihat kembali perjalanan kampanye selama hampir sembilan bulan. Apa yang disampaikan [PAN] ke publik, bagaimana pendapatnya? Lalu seolah membodoh-bodohkan programnya Jokowi," kata Johnny kepada wartawan di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta pada Kamis (4/7).


PAN merupakan salah satu partai pengusung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019. Tokoh senior PAN Amien Rais diketahui sebagai salah satu juru kampanye senior yang kerap mengkritik kebijakan Jokowi. Kritikan Amien Rais terbilang keras dan kontroversial.
NasDem Sindir PAN Membodohkan Program Jokowi Selama KampanyeTokoh PAN Amien Rais saat usai diperiksa polisi terkait ucapannya mengenai people power. (Detikcom/Lamhot Aritonang)

Johnny menegaskan pihaknya belum mengajak PAN untuk bergabung ke dalam koalisi Jokowi-Ma'ruf hingga saat ini. Menurutnya, Jokowi baru sebatas mengajak pihak yang kalah dalam kontestasi Pilpres 2019 dan segenap elemen masyarakat untuk membangun negara secara bersama-sama.


Dia mewajibkan PAN menjadi partai politik yang menguatkan koalisi, bukan melemahkan bila ingin bergabung dalam koalisi partai politik pendukung Jokowi-Ma'ruf.


Dia menambahkan Jokowi sudah mengetahui cara menyikapi wacana bergabungnya sejumlah partai pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno ke koalisi partai pendukung Jokowi-Ma'ruf.

"Jokowi sudah tahu apa pendapat partai koalisi. Kami ingin menjaga demokrasi yang sehat, tidak mesti semuanya dalam kabinet. Ada juga yang di luar kabinet untuk menjadi penyeimbang dan oposisi konstruktif," ucap Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf itu.

NasDem sindir PAN: Mereka Membodohkan Program JokowiSekjen NasDem Johnny G Plate. (CNN Indonesia/Ramadhan Rizki Saputra)

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum PAN Viva Yoga Mauladi mengklaim mayoritas pengurus Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PAN se-Indonesia menginginkan partai bergabung ke koalisi pemerintahan Jokowi-Ma'ruf usai putusan Mahkamah Konstitusi (MK).

"Iya, betul [mayoritas DPW PAN ingin merapat ke Jokowi]" kata Viva saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (3/7).


Viva melanjutkan aspirasi dari para pengurus DPW itu ditunjukkan saat bertemu Zulkifli di Kompleks Perumahan Widya Chandra, Jakarta, akhir Juni lalu.

Ia menyebut setidaknya terdapat 30 dari 34 DPW PAN hadir dan menyatakan aspirasi kepada Zulhas agar PAN bergabung ke Jokowi.

"Jadi ada 30 ketua pengurus wilayah, bertemu Pak Zul, untuk menyatakan aspirasinya agar PAN bergabung ke Pak Jokowi lima tahun mendatang," ungkap Viva.

[Gambas:Video CNN] (mts/DAL)