Pengeroyokan Remaja Perempuan Surabaya, Orangtua Lapor Polisi

CNN Indonesia | Kamis, 04/07/2019 19:22 WIB
Pengeroyokan Remaja Perempuan Surabaya, Orangtua Lapor Polisi Ilustrasi. (Istockphoto/aradaphotography)
Surabaya, CNN Indonesia -- Jagad media sosial dihebohkan dengan sebuah tayangan video yang mempertontonkan adegan dugaan pengeroyokan, oleh sejumlah anak perempuan di Surabaya. Aksi tersebut terekam dalam dua buah video berdurasi 30 dan 29 detik yang diunggah oleh akun facebook bernama Munziyah, pada Senin (1/7) lalu.

Kepolisian mengonfirmasi kejadian tersebut karena telah menerima laporan aduan dari orang tua korban pengeroyokan.

Dari dua video itu terlihat seorang anak perempuan diduga mendapatkan perlakuan penganiayaan oleh sekitar delapan anak-anak perempuan lainnya. Ia dipukul, ditendang, bahkan hingga dijambak rambutnya.


"Ayo mbak, ayo ayo, ayo mbak, ayo terus," ujar salah satu anak perempuan dalam video tersebut, sembari menyoraki rekannya yang terus melakukan pemukulan terhadap korbannya.

Dari penelusuran CNNIndonesia.com, kejadian tersebut diduga terjadi di kawasan perumahan bilangan Dharmahusada Indah Barat VIII, Gubeng Surabaya.


Hal itu dibenarkan oleh salah satu warga sekitar, Arifin, yang mengetahui ada sekelompok anak-anak perempuan berkumpul salah satu jalan di kawasan Dharmahusada Indah Barat.

Bahkan kata Arifin, anak-anak itu juga sempat meminta air minum kepada dirinya. Saat itu, menurutnya ada sejumlah anak-anak yang datang kepadanya.

"Beberapa hari lalu ada anak-anak di sini (menunjuk lokasi) di depan rumah sini, sempat minta air (minum) ke saya, ya saya kasih. Tapi kalau bertengkarnya saya nggak tahu," kata dia.

Arifin yakin betul bahwa anak-anak yang mendatangi dirinya itu adalah anak yang sama dengan yang ada di tayangan video tersebut.


Sementara itu, Kepala Unit (Kanit) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Surabaya, AKP Ruth Yeni, mengatakan bahwa laporan dugaan kekerasan tersebut telah diterima oleh pihaknya.

"Laporannya sudah ada di kami, tanggal 28 Juni. Kejadiannya tanggal 27 Juni 2019, siang," kata Ruth, melalui sambungan telepon.

Ruth menyebut, polisi juga telah memeriksa pelapor sekaligus korban. Tak hanya itu, Senin (8/7) pekan depan, pihaknya juga bakal memanggil sembilan anak yang diduga melakukan tindakan pengeroyokan tersebut.

"Yang melapor orang tuanya sendiri. Kemarin tahap penyelidikan sudah kita interogasi pelapor dan korban, rencana minggu depan, Senin kita panggil 9 anak sebagai saksi," pungkas Ruth. 

[Gambas:Video CNN]


(frd/DAL)