"Itu kan berkaitan dengan waktu saja, tetapi kalau semua sudah berjalan normal, saya pikir juga bukan menjadi sebuah agenda yang prioritas lah," kata Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (5/7).
"Nanti kita semuanya hanya terjebak di situ, kita menjadi enggak maju-maju," ujar mantan Panglima TNI itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sehingga jangan justru kata-kata rekonsiliasi ini malah justru menghambat, malah menjadi seolah-olah bangsa ini terjadi sesuatu yang luar biasa," tuturnya.
Pensiunan jenderal bintang empat itu meminta kepada semua pihak untuk tidak membesarkan masalah rekonsiliasi ini. Moeldoko khawatir terjebak dalam rekonsiliasi yang hanya memikirkan negosiasi dan kepentingan kelompok tertentu.
"Kita ini negara loh, memikirkan negara. Jangan kita terjebak antara satu elite ke elite, jangan terjebak satu kelompok ke kelompok. Kita harus memikirkan negara," katanya.
"Bahwa masyarakat Indonesia sekarang ini sudah happy dengan situasi yang ada. Jangan lagi justru istilah-istilah rekonsiliasi malah mengganggu apa yang telah terjadi di lapangan sekarang ini," ujar Moeldoko melanjutkan.
Sebelumnya, Jokowi sudah beberapa kali mengungkapkan keinginannya untuk bertemu Prabowo. Terakhir, mantan wali kota Solo itu justru meminta soal pertemuan ditanyakan kepada Prabowo.
Prabowo sendiri tak banyak bicara soal ajakan bertemu Jokowi yang sudah disampaikan sehari setelah pencoblosan 17 April lalu. Mantan ketua umum Gerindra itu hanya mengatakan akan mengatur waktu pertemuan dengan Jokowi.
[Gambas:Video CNN] (fra/pmg)