Ramai Doa Netizen Melepas Kepergian Sutopo untuk Selamanya

CNN Indonesia | Minggu, 07/07/2019 05:10 WIB
Ramai Doa Netizen Melepas Kepergian Sutopo untuk Selamanya Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho. (CNN Indonesia/Christie Stefanie)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho telah menghembuskan nafas terakhirnya, Minggu (7/7) dini hari WIB.

Ia wafat di tengah perjuangannya mengobati kanker di Guangzhou, China. Kabar telah tiadanya Sutopo pun disampaikan Direktorat Pengurangan Risiko Bencana BNPB lewat akun Twitternya.

"Telah meninggal dunia Bapak @Sutopo_PN , Minggu, 07 July 2019, sekitar pukul 02.00 waktu Guangzhou/pukul 01.00 WIB. Mohon doanya untuk beliau," demikian cuitan di akun twitter PRB BNPB tersebut.




Kicauan dari Direktorat PRB BNPB yang dibuat pada pukul 03.42 WIB itu pun telah mendapatkan 507 retweet, dan 122 komentar ucapan belasungkawa per pukul 04.34 WIB.


Selain itu, ramai pula kicauan netizen menanggapi kepergian Sutopo untuk selamanya tersebut lewat akun Twitter masing-masing. Kini, ucapan selamat tinggal untuk Sutopo pun menjadi trending topic Indonesia dengan tagar (#)RipSutopo. Ada pula tagar ripsutopo dan Pak Topo yang ramai di daftar trending topic wilayah Indonesia pagi ini.

Banyak kesan yang disampaikan para netizen untuk melepas kepergian pria kelahiran Boyolali pada 1969 tersebut. Salah satunya, Debby Lilipaly yang menyatakan sosok Sutopo akan selalu dikenang.



Kemudian Iwan Nur Azis yang menyampaikan doa, serta menyatakan Boyolali berkabung.



Lalu, aktris yang kini menjadi politikus PDIP, Kirana Larasati yang menyampaikan rasa duka, juga salut atas dedikasi Sutopo lewat kicauan twitter-nya.

"Turut berduka dan kehilangan yang mendalam atas wafatnya seorang pejuang yg berdedikasi tinggi.. pak @Sutopo_PN.. semoga Beliau diterima di sisi Allah Swt. Selamat jalan pak," tulis Kirana.



Duka pun disampaikan Staf Kantor Staf Presiden, Alois Wisnuhardana, lewat akun twitternya. Alois pun memuji kehidupan singkat Sutopo yang memberi makna besar bagi kemanusiaan dan bangsa Indonesia.




Sutopo wafat setelah berjuang lama melawan kanker yang menggerogoti kesehatan tubuhnya. Dalam pekerjaannya sebagai Kepala Pusdatin Humas BNPB, bisa dikatakan popularitas Sutopo sudah ibarat menteri bahkan presiden. Dan, ketika mendengar Sutopo harus melanjutkan pengobatan ke Guangzhou, China, pada 15 Juni lalu, netizen pun menggemakan tagar (#) DoaBuatSutopo di media sosial.

Sutopo memang dikenal dan 'disayang' karena banyak memberikan layanan informasi bencana, ancaman, serta penanggulangannya kepada masyarakat.

Diceritakan Sutopo sendiri semasa hidupnya, ia divonis dokter telah mengidap kanker paru pada pertengahan Januari 2018.

"Dokter bilang saya kanker paru-paru stadium IV pertengahan Januari lalu," kata pria yang juga karib disapa Pak Topo itu dalam keterangan yang disampaikan di grup whatsapp wartawan, Senin (12/2).

Sutopo mengaku kaget atas penyakitnya tersebut. Apalagi selama ini ia tidak merokok dan selalu mengonsumsi makanan sehat.

Namun, Sutopo menyatakan menerima penyakit tersebut dan menganggapnya sebagai garis hidup yang memang harus dijalaninya. Dia pun terus menjalani aktivitasnya seperti biasa, termasuk dalam pekerjaan sebagai Kepala Pusdatin Humas BNPB.


Dalam perbincangan dengan CNNIndonesia.com pada 1 Oktober 2018, Sutopo mengaku mulanya ia menjadi juru bicara BNPB karena 'dipaksa'.

"Waktu itu saya dipaksa dilantik. Saya enggak punya background komunikasi, tapi bisa menjelaskan itu (bencana)," katanya.

Latar belakang sebagai peneliti di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dulu membuatnya dekat dengan media. Dia pernah menjadi narasumber karena salah satu penelitiannya di Situ Gintung, Tangerang Selatan, menjadi rujukan ketika tanggul itu jebol, dan menewaskan sekitar 100 orang pada 2009.

Sutopo pun sebenarnya siap jika harus digantikan orang lain. Namun, menurut dia menjelaskan data dan mekanisme bencana bukan perkara gampang.

Kini, Sutopo telah tiada, namun kesigapannya dalam memberikan informasi terkait bencana selalu dikenang terutama di kalangan wartawan, dan netizen. Pasalnya, Sutopo memang terbilang 'cerewet' membagi pendapat dan keseharian di akun media sosial miliknya.

Kicauan terakhir Sutopo sendiri di akun Twitter-nya sebelum berobat ke Guangzhou adalah menampilkan citra satelit wilayah Indonesia dan informasi hot spot atau indikasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Tak ada keterangan tambahan yang Sutopo tulis pada kicauan terakhir, 15 Juni tersebut.


[Gambas:Video CNN]

(kid/kid)