Anies Kembali Lantik Pejabat yang non-Job di Era Ahok

CNN Indonesia | Senin, 08/07/2019 19:13 WIB
Anies Kembali Lantik Pejabat yang non-Job di Era Ahok Gubernur DKI Anies Baswedan melantik 15 pejabat eselon II DKI Jakarta, Senin (8/7). Masing-masing pejabat menempati posisi strategis di Pemprov DKI. (CNN Indonesia/LB Ciputri Hutabarat)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali melantik pejabat yang sempat mundur di era kepemimpinan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Pejabat itu adalah Syafrin Liputo, yang dilantik hari ini sebagai Kepala Dinas Perhubungan DKI.

Pelantikan dilakukan Senin (8/7) pagi sesuai dengan Keputusan Gubernur DKI Jakarta nomor 1106 tahun 2019 tanggal 8 Juli 2019 tentang Pengangkatan Pemindahan dan Pemberhentian dalam dan dari Jabatan Pimpinam Tingg di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Syafrin sebelumnya menjabat sebagai Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat Wilayah XIII Provinsi Nusa Tenggara Timur terpilih menggantikan Sigit Wijatmoko yang menjabat sebagai Pelaksanatugas Dishub selama 10 bulan.


Pada tahun 2014, Syafrin pernah menjabat sebagai Kepala Bidang Pengendali Operasi (Dalops) Dinas Perhubungan DKI Jakarta. Syafrin juga pernah menjabat Kepala Bidang Angkutan Darat pada Dishub DKI.

Saat kepemimpinan Ahok, Syafrin sempat mundur dari jabatannya karena tidak mengikuti lelang jabatan yang berujung pada dirinya nonjob. Kemudian posisinya digantikan oleh Henrico Tampubolon.

Saat dikonfirmasi, Kepala Badan Kepegawaian Daerah DKI Chaidir mengatakan ada rotasi pegawai saat Syafrin menjabat yang mengakibatkan Syafrin tidak memiliki jabatan di DKI.

"Karena replacement jabatannya, enggak kebagian. Kan, di 2015 itu replacement jabatan, nah dia enggak kebagian jabatan, kemudian dia pindah," kata Chaidir saat dihubungi, Senin (8/7).

Karena tidak kebagian jabatan, Chaidir mengatakan Syafrin pindah ke Kementerian Perhubungan. Hal ini dibenarkan karena saat kepemimpinan Ahok, DKI memberlakukan metode ular tangga.

Metode ini memungkinkan pejabat terpilih bisa membawa anak buahnya untuk ikut dalam satu dinas. Contohnya Dinas Perhubungan DKI Jakarta saat itu yang dikepalai oleh pemimpin baru yakni Benjamin Bukit.

"Bila saya jadi kepala baru nih, saya boleh membawa pasukan saya, begitu. Itu memang Pak Ahok memberlakukan seperti itu, yang dibilang metode ular tangga," kata dia.

Kemudian Syafrin kembali mengikuti lelang jabatan yang baru-baru ini dibuka di DKI. Syafrin pun memenangkan lelang dan Sigit tetap kembali menjadi Wakil Kepala Dinas Perhubungan.

Sigit sempat mengikuti lelang jabatan. Namanya pun masuk menjadi tiga besar kandidat menjadi Kepala Dinas Perhubungan DKI.

"Ikut lelang, masuk ke tiga besar, namun terakhirnya bukan enggak lulus, artinya ada pertimbangan-pertimbangan penilaian lebih lanjut gitu, ya memang masih dibutuhkan di wakil," tutup dia. (ctr/wis)