Dalam satu bulan terakhir sejumlah warga mengeluarkan uang hingga Rp500 ribu per bulan untuk membeli air bersih.
"Saat musim hujan pengeluaran untuk air bersih tidak lebih dari Rp100 ribu per bulan, sebulan terakhir ini kami bisa mengeluarkan Rp500 ribu per bulan untuk membeli air bersih," kata seorang warga Kamal Muara, Rahmi Ile di Jakarta, Senin (8/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Palyja lewat surat tanggapan kepada CNNIndonesia.com menyatakan bahwa saat ini memang belum terpasang jaringan pipa ke RW 04 Kampung Nelayan Kamal Muara. Namun untuk memenuhi kebutuhan air bersih, Palyja menyediakan Kios Air yang disuplai melalui mobil tangki, yaitu di RT.09-RW 04, RT 10-RW 01, dan RT 03-RW 04.
Ilustrasi Kampung Nelayan. (CNN Indonesia/Andry Novelino) |
"Harganya Rp7 ribu per empat jeriken," kata Rahmi.
"Rasanya asin, kalau digunakan untuk mencuci pakaian pasti menimbulkan noda kuning. Sementara untuk mencuci alat dapur logam akan menimbulkan karat," kata dia
Sahril berharap pemerintah dapat membantu warga setempat dalam menyediakan air bersih yang lebih murah melalui penyediaan jaringan pipa ke kampung mereka.
"Harga air dari pedagang setiap musim kemarau selalu naik, 2016 lalu per empat jeriken harganya Rp4 ribu, sekarang sudah mencapai Rp7 ribu," kata Sahril.
Sementara itu, Ketua Rukun Warga (RW) 04 yang menaungi sekitar 2 ribu warga di Kampung Nelayan Kamal Muara, Sudirman mengatakan warga setempat memiliki ketergantungan tinggi terhadap air hujan.
"Saat kemarau seperti sekarang ini alat itu tidak terpakai," kata dia.
Sudirman mengatakan pemerintah setempat saat ini sedang mengupayakan pembangunan jaringan air bersih ke Kampung Nelayan Kamal Muara.
"Saat ini sedang proses realiasi, targetnya rencana ini terealisasi sekitar September-Oktober 2019 di dua RW, 01 dan 04," kata dia.
Sudirman berharap penyediaan jaringan air bersih ini diharapkan bisa mengatasi permasalahan warga dalam mendapatkan air bersih yang lebih murah.
---
Catatan redaksi: Berita ini diperbarui pada Senin (15/7) untuk menambahkan tanggapan dari PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja) (wis)
Ilustrasi Kampung Nelayan. (CNN Indonesia/Andry Novelino)