Pengungsi di Kebon Sirih Dipindah ke Islamic Center Besok

CNN Indonesia | Selasa, 09/07/2019 22:51 WIB
Pengungsi di Kebon Sirih Dipindah ke Islamic Center Besok Para pengungsi pencari suaka yang saat ini menetap di trotoar Kebon Sirih, Jakarta. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan memindahkan ratusan pengungsi dari luar negeri yang menetap di atas trotoar Kebon Sirih. Rencananya sekitar 241 pengungsi akan dipindahkan ke Jakarta Islamic Center, Jakarta Utara untuk sementara waktu.

Hal ini diungkapkan Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi setelah meninjau lokasi pengungsian.

"Kami sebagai pemerintah daerah melihat manusia pakai tenda apalagi di wilayah tempat perkantoran itu enggak baik. Jadi rencananya besok pagi kami akan pindahkan mereka ke Jakarta Islamic Center," kata Prasetio di DPRD DKI Jakarta, Selasa (9/7) malam.

Keputusan ini diambil setelah DPRD DKI Jakarta berdiskusi dengan Badan Pengungsi Perserikatan Bangsa-bangsa (UNHCR), para pengungsi dan eksekutif dari DKI Jakarta.


Kendati Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sedang berada di Kolumbia, menurut dia, keputusan ini tetap diambil.

"Saya kira ini atas dasar kemanusiaan saja. Enggak ada maksud apa-apa, kami ingin bantu," jelas Prasetio.

Setelah pertemuan malam ini, para perwakilan pengungsi akan berkomunikasi dengan teman-temannya yang berada di tenda pengungsian. Jika disetujui, pemindahan bakal dilakukan besok pagi.

Kendati begitu, Prasetio mengatakan pihaknya tidak akan ikut campur mengenai proses hukum mereka di Indonesia. Prasetio mengatakan pihaknya mendorong UNHCR dan Kemeterian Luar Negeri untuk mempercepat pengurusan visa ratusan pengungsi dari Afghanistan dan Somalia tersebut.

"Masalah tuntutan teman-teman minta suaka policy silahkan saja dan sah saja mereka menuntut datang ke Jakarta ke UNHCR. Soal kepastian hukum ya enggak bisa. Saya enggak mau masuk ke ranah itu, itu adalah ranah UNHCR dan Kemeneterian Luar Negeri," tegasnya. 


Ratusan pengungsi telah menduduki trotoar di Jalan Kebon Sirih sejak dua pekan lalu. Para keluarga tinggal di atas tenda yang digelar oleh mereka sendiri.

Mereka meminta UNHCR untuk memberi kejelasan visa untuk mengungsi ke negara yang aman.
Perang menjadi alasan para pencari suaka itu berada di Indonesia. Hingga kini, terdapat sekitar 14 ribu pengungsi yang terdaftar di Indonesia.

Mereka pada umumnya berasal dari Sudan, Myanmar, Somalia, dan yang terbanyak adalah Afghanistan.

Biasanya pencari di sana sadar bahwa tinggal di Indonesia nyaris mustahil karena pemerintah belum meratifikasi Konvensi 1951 tentang Pengungsi. Kendati demikian, Indonesia kerap jadi pilihan bagi pencari suaka sebagai tempat transit sebelum ke negara tujuan.
Itu sebabnya mereka kerap menyambangi kantor UNHCR untuk meminta kepastian.


(ctr/agi)