Sosok Tipa akrab di mata siswa-siswi Madrasah Ibtidaiyah Miftahul Khoir Probolinggo. Nasi kuningnya punya harga terjangkau di kantong anak-anak. Tipa mengaku hanya maraup cuan Rp20 ribu setiap hari.
"Dari uang untung nasi kuning, Alhamdulillah ada uang untuk ditabung pergi haji," kata Tipa, Rabu (10/7) malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bapak mau kelaparan, makannya pas di rumah. Alasannya katanya eman (sayang) uangnya, mending untuk nabung haji," kata Tipa.
"Dan saya baru tahun ini diumumkan untuk berangkat," kata Tipa berkaca-kaca.
Saat ditanya, doa apakah yang dipanjatkan kepada Allah ketika beribadah haji nanti. Jawaban Tipa seolah tidak biasa. Ia mengaku hanya butuh bekal untuk pulang pangkuan sang pencipta kelak.
"Orang hidup itu pasti pulang nak, pulang ke rahmatullah, kita butuh sangu kan, sangu itulah yang saya siapkan nak," ujar Tipa kembali meneteskan air mata.
Kini, Tipa yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 14 ini telah diterbangkan ke Tanah Suci pada Kamis (11/7), pukul 06.30 WIB pagi tadi.
[Gambas:Video CNN] (frd/ain)