PPIH Sita 250 'Handy Talkie' Calon Jemaah Haji di Surabaya

CNN Indonesia | Jumat, 12/07/2019 03:26 WIB
PPIH Sita 250 'Handy Talkie' Calon Jemaah Haji di Surabaya Alat komunikasi radio (handy talkie) yang disita PPIH dari jemaah haji embarkasi Surabaya.(Dok. Istimewa)
Surabaya, CNN Indonesia -- Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya mengamankan 250 unit alat radio komunikasi atau Handy Talkie (HT) dari tas kabin milik para calon jemaah haji. Temuan radio komunikasi itu didapatkan PPIH saat memberangkatkan tiga kelompok terbang (kloter) secara bertahap menuju Bandara Juanda, Kamis (11/7) dini hari tadi.

Kepala Bidang Penyelenggara Haji dan Umroh (PHU), Jamal membenarkan adanya penyitaan HT dari koper kabin jemaah. Hal itu dilakukan, lantaran sudah termasuk penetapan regulasi.

"Memang betul dini hari tadi, kami menyita sekitar 250 HT dari koper kabin jemaah," kata Jamal, saat ditemui di Asrama Haji Embarkasi Surabaya, Kamis.

Jamal mengungkapkan alasan para jemaah tersebut membawa HT adalah untuk mempermudah komunikasi mereka di tanah suci. Namun kata dia, hal itu tetap tak bisa diizinkan.

"Alasannya jemaah membawa HT itu karena ingin lebih mudah berkomunikasi. Namun ini sudah merupakan regulasi. Harus kita patuhi bersama," katanya.


Menurut dia, kasus jemaah yang membawa HT sebenarnya juga pernah terjadi dua tahun lalu. Namun, benda itu berhasil tertahan dan disita di Bandara Madinah.

"Kasus seperti ini sudah terjadi dua tahun yang lalu, seharusnya calon jemaah haji lebih berhati-hati dan memahami apa saja yang diperbolehkan dibawa," ujarnya.

Sebelumnya, kata Jamal, PPIH juga menyita 2.596 bungkus rokok, 40 saset obat-obatan, jamu hingga pil KB. Barang tersebut didapat dari puhan koper calon jemaah haji asal Kabupaten Bangkalan, Madura.

Ia menjelaskan berdasarkan hasil penelusurannya ada beberapa motif alasan jemaah membawa rokok dalam jumlah berlebihan, di antaranya karena dititipi orang, oleh-oleh untuk saudara, dan untuk dijual kembali di Arab Saudi.


"Ya, ada beberapa motif mereka membawa barang tersebut. Setelah kami tanya, alasan mereka macam macam, ada yang dititipi orang, oleh-oleh untuk keluarganya yang kerja disana, bahkan ada yang memang berniat untuk dijual di sana karena harganya menjadi sangat tinggi," tuturnya.

Menanggapi banyaknya jemaah yang membawa barang dalam jumlah berlebihan, ia mengaku pihaknya sebenarnya telah berulang kali mensosialisasikan larangan tersebut kepada jemaah ketika manasik haji.


"Kami telah menyampaikan, mensosialisasikan ke jemaah haji di daerah waktu manasik haji, barang apa saja yang boleh dan tidak boleh dibawa. Mulai manasik haji massal di kabupaten, maupun manasik haji di KUA terus kita sosialisasikan itu," ujar Jamal.

Ia menegaskan setiap jemaah hanya diperkenankan membawa 2 slop rokok. Selebihnya, benda-benda yang ditahan oleh pihaknya itu, akan menjadi barang sitaan negara. (frd/agi)