Gus Miftah: Sukarno Jalan Jongkok di Makam Nabi Muhammad

CNN Indonesia | Jumat, 22/11/2019 05:37 WIB
Gus Miftah: Sukarno Jalan Jongkok di Makam Nabi Muhammad Pengasuh Pondok Pesantren Ora Aji, Tundan, Yogyakarta Miftah Maulana Habiburrahman alias Gus Miftah. (Foto: CNN Indonesia/ Tiara Sutari)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pengasuh Pondok Pesantren Ora Aji, Tundan, Yogyakarta Miftah Maulana Habiburrahman alias Gus Miftah mengatakan Presiden RI pertama Ir. Sukarno adalah orang yang sangat mencintai Nabi Muhammad SAW.

Miftah bercerita Sukarno pernah meniru gaya sahabat Rasul, Bilal bin Rabbah, saat mengunjungi makam Rasulullah SAW. Sukarno berjongkok untuk menghormati sosok Muhammad SAW.

"Dia tanggalkan atribut kepresidenannya, dia datang ke makam Rasulullah dengan cara jongkok. Lalu ditanya, 'Wahai Sukarno, kenapa engkau melakukan itu?' (Sukarno menjawab) 'Ini (Muhammad) adalah manusia terbaik sepanjang sejarah,' kata Sukarno," ujar Miftah dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis (21/11).


Miftah menyayangkan perilaku Sukarno mencintai Rasulullah tak diikuti oleh anaknya. Dia sempat menyinggung pernyataan Sukmawati Soekarnoputri yang membandingkan Sukarno dengan Muhammad SAW.

Menurutnya perbandingan tersebut tidak tepat. Sebab akan membelah publik menjadi dua karena seolah-oleh pemilih Sukarno tak cinta Muhammad SAW dan sebaliknya.

[Gambas:Video CNN]

Meski begitu, pendakwah yang terkenal sering berceramah di klub malam itu meminta warga NU tidak merisak Sukmawati. Sembari bergurau, Miftah mengajak jemaah untuk mendoakan Sukmawati.

"Bapaknya begitu cinta dengan Rasulullah, anaknya masyaallah. Sudah jangan dibully, didoakan saja mudah-mudahn dapat hidayah. Doakan saja beliau panjang umur, sehingga orang sedunia mati, dia hidup sendiri," ucap Miftah sembari bercanda.

Sebelumnya, sebuah potongan video yang menampilkan Sukmawati dalam forum bersama pemuda viral di media sosial. Dalam video itu, Sukmawati berkata, "Mana lebih bagus Pancasila atau Alquran? Sekarang saya mau tanya nih semua. Yang berjuang di Abad 20, itu nabi yang mulia Muhammad apa Ir. Sukarno untuk kemerdekaan?".

Sukmawati sendiri menyebut video yang tersebar di media sosial telah diedit, bukan sepenuhnya seperti yang dia sampaikan. Video editan tersebut kemudian menjadi pemberitaan di sejumlah media. Sukmawati disebut membandingkan jasa Sukarno dan Nabi Muhammad.

"Saya tidak membandingkan, dan tidak ada kata jasa," kata Sukmawati kepada CNNIndonesia.com lewat sambungan telepon pada Sabtu (16/11). (dhf)