Gerindra: Pesta Demokrasi Tutup Buku, 'Everybody Happy'

CNN Indonesia | Sabtu, 13/07/2019 12:31 WIB
Gerindra: Pesta Demokrasi Tutup Buku, 'Everybody Happy' Jokowi dan Prabowo bertemu di Sate Khas Senayan. (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono mengatakan pertemuan antara dua calon presiden pasca Pilpres 2019, Joko Widodo dan Prabowo Subianto menutup semua cerita tentang Pilpres.

"Pertemuan ini sekaligus menutup buku cerita pesta demokrasi Indonesia kita yang diakhiri dengan everybody happy, yang nantinya bisa menjadi bahan bacaan bagi generasi berikutnya," kata Arief dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (13/7).

Jokowi dan Prabowo menggelar pertemuan di Jakarta. Pertemuan diawali keduanya di stasiun MRT Lebak Bulu, dan kemudian keduanya melanjutkan perjalanan menggunakan MRT ke sebuah restoran di Senayan.

Dalam pertemuan itu, Prabowo mengucapkan selamat kepada Jokowi yang memenangkan Pilpres 2019.


Menurut Arief, silaturahmi antara Jokowi dengan Prabowo jugamenjadi simbol agar para pendukung mengikuti, dan saling bersilahturahmi.

"Ini kan namanya silahturahmi antar sahabat yang kemarin saling bertanding. Kita semua satu bangsa satu tanah air dan punya tujuan yang sama yaitu bekerja untuk Indonesia agar masyarakat adil makmur," kata Arief.

Sementara itu, Anggota Dewan Pembina Gerindra Mulyadi mengatakan pertemuan hari ini merupakan bukti bahwa Prabowo memiliki pandangan yang luas tentang masa depan bangsa.

"Pak Prabowo tinggal di daerah pegunungan, sudut Pandang beliau lebih luas melihat di atas ketinggian, termasuk melihat kondisi bangsa hari ini dan masa depan," kata Mulyadi kepada CNNIndonesia.com.

Pertemuan Jokowi-Prabowo dinanti publik dan baru terlaksana hari ini. Desakan agar kedua kubu yang bertarung di Pilpres melakukan rekonsiliasi menguat setelah Pilpres 2019.

Usai KPU mengumumkan pemenang Pilpres 2019, kubu Prabowo sempat melakukan protes dan berunjuk rasa di depan KPU. Mereka menolak hasil Pilpres 2019 karena menduga ada kecurangan dalam Pilpres.

Kubu Prabowo kemudian menggugat hasil penetapan KPU itu ke Mahkamah Konstitusi. Namun, sembilan hakim MK menolak gugatan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
[Gambas:Video CNN] (ctr/ugo)