Lima Tahapan Pembangunan Indonesia ala Jokowi

CNN Indonesia | Minggu, 14/07/2019 21:38 WIB
Lima Tahapan Pembangunan Indonesia ala Jokowi Ilustrasi. (Foto: CNNIndonesia/Safir Makki)
Bogor, CNN Indonesia -- Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan lima tahapan pembangunan Indonesia saat pidato Syukuran Nasional 2019 di Sentul International Convention Center (SICC). Ia merinci tahapan pembangunan satu per satu.

"Pertama, pembangunan infrastruktur akan terus kita lanjutkan. Pembangunan infrastruktur yang besar telah kita bangun ke depan kita lanjutkan lebih cepat," kata Jokowi saat pidato, Minggu (14/7).

Mantan gubernur DKI itu menjelaskan infrastruktur yang sudah dibangun dan yang akan dibangun akan dihubungkan dengan fasilitas dan tempat tertentu. Seperti jalan tol, kereta api dan bandara yang tersambung kawasan produktif rakyat, kawasan industri kecil, kawasan ekonomi khusus dan kawasan wisata.


Kedua, kata Jokowi, pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM). Ia ingin memberikan prioritas pembangunan SDM karena merupakan kunci Indonesia ke depan. Pembangunan SDM dimulai dari menjamin kesehatan ibu hamil dan kesehatan bayi.


Peningkatan kualitas pendidikan juga menjadi bagian dari pembangunan SDM. Bahkan Jokowi akan membuat lembaga khusus yang mengurus talenta hebat agar Indonesia bisa bersaing secara global.

Ketiga, mengundang investasi seluas-luasnya dengan tujuan membuka lapangan kerja sebesar-besarnya. Jokowi meminta jangan ada yang alergi terhadap investasi, karena dengan investasi lapangan kerja terbuka.

"Oleh sebab itu yang hambat investasi harus dipangkas. Baik perizinan yang lambat, perizinan yang berbelit, apalagi ada pungli (pungutan liar)," kata Jokowi.


Keempat, kata mantan wali kota Solo ini, reformasi birokrasi struktural agar suatu lembaga semakin sederhana dan lincah. Ia menegaskan akan memangkas pihak yang tidak ingin mengubah pola pikir.

"Kelima, kita harus jamin bahwa penggunaan APBN fokus dan tepat sasaran. Karena setiap rupiah yang keluar dari APBN dipastikan memiliki manfaat ekonomi dan kesejahteraan rakyat," kata Jokowi. (adp/asa)