Hal tersebut bahkan didapatkan dari koper jemaah kelompok terbang (kloter) 28 asal Surabaya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menyikapi kondisi tersebut, Jamal menegaskan bahwa PPIH Embarkasi Surabaya pada tahun ini akan bersikap tegas. Barang-barang itu tak akan dikembalikan ke jemaah usai mereka pulang, melainkan akan disita oleh negara.
Ilustrasi rokok. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) |
Kendati demikian, kata Jamal, barang sitaan tersebut nantinya tidak dimusnahkan, namun dapat digunakan untuk hal yang lebih bermanfaat.
"Kalau dimusnahkan, itu kok rasanya mubazir. Wacana kami, barang sitaan ini akan kami gunakan untuk yang lebih bermanfaat, seperti untuk anak yatim, kaum duafa, dan lain-lainnya," tutur Jamal.
Batal Terbang
PPIH Surabaya pun membatalkan keberangkatan dua orang calon jemaah haji yang mengalami demensia berat dari kelompok terbang (kloter) 14 asal Kabupaten Probolinggo dan kloter 20 asal Kabupaten Malang.
Demensia adalah sebuah sindrom yang berkaitan dengan penurunan kemampuan fungsi otak, seperti berkurangnya daya ingat, menurunnya kemampuan berpikir, memahami sesuatu, melakukan pertimbangan, dan memahami bahasa, serta menurunnya kecerdasan mental.
Foto: CNN Indonesia/Laudy Gracivia |
"Calon jemaah haji yang ditunda berangkat ini kita konsultasikan dengan dokter psikiater di RSJ Menur. Gangguan memori atau biasa disebut demensia ini ada gradasinya, yakni ringan, sedang dan berat. Nah, ini termasuk demensia berat," tutur Acub, saat dikonfirmasi Senin (15/7).
Acub menambahkan kedua jemaah tersebut berangkat seorang diri tanpa pendamping sehingga dianggap tidak layak terbang. Pihak keluarga dari kedua jemaah ini pun akhirnya menjemput dan membawa pulang ke daerahnya.
Para suami keduanya pun memutuskan untuk menunda keberangkatan hajinya pada tahun depan.
[Gambas:Video CNN] (frd/arh)
Ilustrasi rokok. (
Foto: CNN Indonesia/Laudy Gracivia