Polisi Tolak Pelaporan Balik Pablo Benua Terhadap Fairuz

cnn indonesia, CNN Indonesia | Senin, 15/07/2019 22:28 WIB
Polisi Tolak Pelaporan Balik Pablo Benua Terhadap Fairuz Pablo Benua. (CNN Indonesia/Gloria Safira Taylor)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tersangka kasus dugaan pencemaran nama baik lewat video 'bau ikan asin' Pablo Benua melaporkan balik Fairuz A Rafiq beserta kuasa hukumnya Hotman Paris ke Polda Metro Jaya.

Pengacara Pablo, Andar Situmorang mengatakan laporan tersebut terkait dengan tuduhan fitnah dan pencemaran nama baik.Namun, pihak kepolisian menolak laporan yang dibuat untuk Fairuz dan Hotman.

"Saya sebagai pribadi pelapor Hotman, Fairuz, kuasa Pablo, saya sampaikan ke rekan-rekan bahwa sore ini Krimsus menolak laporan saya dengan alasan tidak jelas," kata Andar di Mapolda Metro Jaya, Senin (15/7).
Diungkapkan Andar, alasan pihak kepolisian menolak laporannya lantaran Pablo telah mencabut kuasa yang diberikan kepadanya. Namun, Andar berdalih bahwa pencabutan kuasa tidak bisa dicabut secara sepihak.


Andar mengklaim dirinya telah membawa surat kuasa yang ditujukan ke tim kuasa hukumnya yang ditandatangani oleh Pablo.

"Datang perwira piketnya dan kumpul disini, si Pablo dipaksa untuk mencabut kuasa tapi sampai sekarang (kuasa) belum (dicabut)," ujarnya.

Dengan ditolaknya laporan itu, Andar mengungkapkan dirinya bakal melaporkannya ke Propam Mabes Polri. Tujuannya, agar dalam pembuatan laporan selanjutnya ia bisa didampingi oleh pihak Propam.
"Saya mau minta ditemani Provos buat laporan," ucap Andar.

Di sisi lain, Andar menyampaikan laporan terhadap Fairuz dan Hotman itu dibuat karena Pablo merasa tidak ikut serta dalam video 'bau ikan asin' itu. Namun, lanjut Andar, kliennya justru ikut dilaporkan dan saat ini menyandang status tersangka.

"Pablo ini tidak mengeluarkan sepatah kata pun, Pablo melaporkan balik, sederhana, tapi (laporan) ditolak," katanya.

Kasus tersebut bermula dari laporan artis Fairuz A Rafiq terhadap Galih Ginanjar, Rey Utami, dan Pablo Benua dalam kasus pencemaran nama baik lewat unggahan di akun YouTube. Dalam unggahan video itu, terdapat kalimat yang dinilai tidak pantas dan merugikan Fairuz.

Polisi telah menetapkan ketiganya sebagai tersangka. Mereka pun dijerat Pasal 27 Ayat 1, Ayat 3 Jo Pasal 45 Ayat 1 Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dan Pasal 310, Pasal 311 KUHP dengan ancaman hukuman lebih dari enam tahun penjara. (dis/age)