Tangis Petani Usai Upacara Pelantikan Perwira TNI-Polri

Feri Agus, CNN Indonesia | Selasa, 16/07/2019 18:24 WIB
Tangis Petani Usai Upacara Pelantikan Perwira TNI-Polri Ipda Teguh P. Utomo (tengah) bersama ibunya Suyati (kanan) dan ayahnya Suyitno (kiri) usai pelantikan di Halaman Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (16/7). (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Suyati, terus memeluk erat putranya Inspektur Dua (Ipda) Teguh P. Utomo yang baru selesai dilantik Presiden Joko Widodo (Jokowi) di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (16/7). Suyati menitikkan air mata. Ia tak bisa menyembunyikan kebahagiaan lantaran sang putra resmi menjadi perwira Polri. Teguh merupakan anak petani yang dilantik oleh Jokowi.

Tangis bahagia keduanya pun pecah di antara ratusan perwira lainnya yang juga dilantik Jokowi.
Suyati tak menyangka Teguh berhasil lulus masuk Akademi Kepolisian (Akpol). Ia mengatakan bahwa Teguh awalnya mendaftar sebagai bintara, namun gagal.

Tak putus asa, kata Suyati, putranya kembali mencoba seleksi masuk Korps Bhayangkara. Namun, kali ini Teguh memilih untuk mengikuti seleksi sebagai perwira.


Menurut Suyati, Teguh mendaftar Akpol di Jayapura, Papua. Tak disangka, putranya itu dinyatakan lulus dan berhasil masuk Akpol empat tahun lalu.

Perwira TNI dan Polri lulusan akademi sujud sukur di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (16/7).Perwira TNI dan Polri lulusan akademi sujud sukur di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (16/7). (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
"Enggak sengaja daftar ini. Dari rumah (ingin daftar) bintara saja, tapi alhamdulillah gusti Allah menghendaki ini (lulus perwira). Keajaiban, ini keajaiban anak saya," kata Suyati, di halaman Istana Merdeka, Jakarta.

Suyati datang ke acara pelantikan putra keduanya itu bersama sang suami, Suyitno, dan putra pertamanya yang merupakan anggota TNI. Mereka berasal dari Bojonegoro, Jawa Timur. Ia pun meminta agar para orang tua terus mendoakan anak-anaknya agar bisa sukses.

"Pada semua ibu-ibu yang ingin anaknya sukses, doakan terus anak-anaknya," tutur Suyati dengan mata yang masih berkaca-kaca.
Ayah Teguh, Suyitno, merasa bangga dan tak menyangka dengan pencapaian puteranya itu. Pasalnya, Teguh sempat gagal dalam tes bintara.

"Saya bangga sekali toh, bangga sekali. Saya petani di Bojonegoro, Jawa Timur," ujarnya. Menurut Suyitno, sejak awal dirinya memang ingin Teguh bisa menjadi seorang polisi.

Sementara Teguh mengaku lega setelah berjuang selama 4 tahun di Akpol, Semarang, Jawa Tengah. Perjuangan dirinya bersama ratusan perwira pertama lainnya telah membuahkan hasil dan dilantik oleh Jokowi hari ini.

Para perwira melemparkan topi ke udara sebagai ungkapan kegembiraan kelulusannya dari akademi.Para perwira melemparkan topi ke udara sebagai ungkapan kegembiraan kelulusannya dari akademi. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
"Setelah sekian lama berjuang selama 4 tahun, dari ujian sampai samapta semuanya sudah terlalui, ibaratnya sekarang (pelantikan) lebarannya sudah tercapai," kata Teguh.

Teguh kini tinggal menunggu penempatan yang akan diumumkan pada 18 Juli di Akpol. Ia mengaku siap menerima tugas setelah resmi dilantik.

Banyak Saingan

Senada, ayah dari Letnan Dua (Letda) M. Yudhie, Hamdan mengaku bangga anaknya berhasil lulus dan dilantik hari ini. Terlebih, kata Hamdan, dirinya berasal dari keluarga yang sederhana.

Ia mengaku hanya seorang pegawai swasta di Batam, Kepulauan Riau. Hamdan mengatakan kebanggaannya berlipat ganda karena Yudhie merupakan anak satu-satunya alias semata wayang.

"Namanya orang tua bangga, apalagi kita ini orang yang biasa saja (dari keluarga sederhana). Saya bangga lah sama anak kami," kata Hamdan.

Hamdan berkata putranya mendaftar Akademi Angkatan Laut (AAL) saat mengetahui sosialisasi di sekolahnya. Yudhie pun tertarik untuk mengikuti seleksi dan menyampaikan keinginan menjadi tentara kepada dirinya.

Hamdan sempat menanyakan kesiapan Yudhie untuk mengikuti seleksi tersebut. Karena putranya sudah bertekad, Hamdan akhirnya mengizinkan Yudhie mendaftarkan diri tes masuk AAL.

Letda M. Yudhie (tengah) bersama kedua orang tuanya usai pelantikan di Halaman Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (16/7).Letda M. Yudhie (tengah) bersama kedua orang tuanya usai pelantikan di Halaman Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (16/7). (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
"Saya bilang itu saingannya sangat berat, tidak mudah untuk masuk itu. Kira-kira mampu enggak kamu? Kalau mampu silakan, akhirnya masuk mencoba dan lulus," tuturnya.

Yudhie mengamini perkataan sang ayah. Ia mengaku sejak kecil sudah memiliki cita-cita untuk menjadi tentara. Setelah lulus SMA, Yudhie mengatakan langsung mendaftar mengikuti tes masuk Akademi Angkatan Laut.

"Dari awal (kecil) memang ingin menjadi tentara. Setelah lulus SMA saya langsung tes akademi angkatan Laut, alhamdulillah satu kali tes," ujarnya.

Yudhie mengatakan selama empat tahun dirinya digembleng di Surabaya, Jawa Timur. Ia ingin mengabdikan dirinya kepada negara dengan menjadi seorang perwira di matra laut. Menurutnya, pelantikan ini menjadi awal dirinya melangkah memulai karier sebagai prajurit.

"Ini bukan akhir dari langkah saya, tapi ini merupakan awal memulai karir saya, terutama mengabdi pada bangsa ini," katanya.

Yudhie melanjutkan setelah ini dirinya dan ratusan perwira dari Akademi Angkatan Laut akan mengikuti pelatihan selama tiga bulan di Komando Latihan Armada Dua, di Surabaya. Menurutnya, para perwira pertama yang menyandang pangkat Letda akan ditempatkan di KRI.

Presiden Jokowi memimpin pelantikan 781 perwira TNI dan Polri, di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (16/7).Presiden Jokowi memimpin pelantikan 781 perwira TNI dan Polri, di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (16/7). (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Diketahui, Presiden Jokowi melantik sebanyak 781 perwira TNI dan Polri, Senin (16/7). Mereka terdiri dari 259 perwira Akademi Militer (Akmil), 117 perwira Akademi Angkatan Laut (AAL), 99 perwira Akademi Angkatan Udara (AAU), dan 306 perwira Akademi Kepolisian (Akpol).

Pelantikan itu berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 53/TNI Tahun 2019 tentang Pengangkatan Taruna-Taruni Akademi TNI menjadi Perwira TNI dan Keputusan Presiden Nomor 54/Polri Tahun 2019 tentang Pengangkatan Taruna-Taruni Kepolisian Menjadi Perwira Kepolisian.

Pada kesempatan itu, Jokowi dalam pidatonya berpesan kepada para perwira remaja TNI dan Polri yang resmi dilantik tak melupakan perasaan bangga orang tua yang hadir. Jokowi juga meminta para perwira tak pernah mengecewakan orang tua serta bangsa dan negara.

"Jangan pernah kecewakan orang tua saudara-saudara. Jangan pernah kecewakan bangsa Indonesia. Jangan pernah kecewakan Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujarnya.

[Gambas:Video CNN] (arh/ugo)