Salah satu tim pendamping Baiq Nuril, Direktur Amnesty International Indonesia Usman Hamid mengatakan kedatangan pihaknya untuk menyerahkan surat permohonan amnesti ke Presiden Joko Widodo (Jokowi).
"Hari ini kami akan memberikan surat kepada presiden tentang pemberian amnesti untuk dirinya (Baiq Nuril) atas arahan dari Sekretariat Negara," kata Usman di Kantor KSP, Jakarta.
Baiq Nuril bersama tim pendamping dan Rieke diterima oleh Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko. Mereka melakukan pertemuan sekitar 20 menit. Setelah itu, Baiq Nuril memberikan surat permohonan pemberian amnesti kepada Moeldoko.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Apa yang saya terima hari ini dan saya yakin apa yang kita inginkan bersama mudah-mudahan bisa berjalan dengan baik," tuturnya.
Baiq Nuril saat membacakan surat permohonan amnesti di Istana. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan) |
Mantan Panglima TNI itu menyatakan setelah menerima surat langsung dari Baiq Nuril pemerintah akan segera mengirimkan surat rekomendasi kepada DPR. Namun, Moeldoko belum bisa memastikan kapan surat akan dikirim.
Sebelumnya, Jokowi berjanji akan secepatnya memutuskan pemberian amnesti untuk Baiq Nuril, yang divonis 6 bulan penjara setelah peninjauan kembali (PK) yang diajukan ditolak Mahkamah Agung (MA).
"Kalau nanti sudah masuk ke meja saya ada rekomendasi-rekomendasi dari kementerian terkait, saya putuskan secepatnya. Akan saya selesaikan secepatnya," kata Jokowi di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Jumat (12/7).
Jokowi mengatakan belum menerima rekomendasi dari kementerian terkait, dalam hal Kementerian Hukum dan HAM, soal rencana pemberian amnesti untuk Baiq Nuril.
"Belum sampai ke meja saya," ujar mantan Gubernur DKI Jakarta itu.
[Gambas:Video CNN] (fra/gil)
Baiq Nuril saat membacakan surat permohonan amnesti di Istana. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)