Kasus Garuda, KPK Panggil Manajer Perusahaan Perantara Suap

CNN Indonesia | Kamis, 18/07/2019 15:28 WIB
Kasus Garuda, KPK Panggil Manajer Perusahaan Perantara Suap Ilustrasi KPK. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil mantan Manager Administrasi & Finance Connaught International Pte. LTD, Sallyawati Rahardja, untuk mendalami kasus dugaan suap pengadaan pesawat dan mesin pesawat dari Airbus S.A.A dan Rolls-Royce PLC kepada PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan Sallyawati dipanggil sebagai saksi untuk mantan Dirut PT Garuda Indonesia yang juga berstatus sebagai tersangka.
"Yang bersangkutan dipanggil sebagai saksi untuk ESA (Emirsyah Satar)," ujar Febri melalui keterangan tertulisnya, Kamis (18/7).

Connaught International Pte. LTD yang berlokasi di Singapura itu diketahui merupakan perusahaan perantara yang digunakan untuk memberikan suap kepada Emirsyah.


Selain Sallyawati, KPK juga turut memanggil seorang advokat dari Hanafiah Ponggawa & Partners, Andre Rahadian yang juga menjadi saksi untuk Emirsyah.

Emirsyah dalam perkara ini diduga menerima suap €1,2 juta dan $180 ribu atau senilai total Rp20 miliar serta dalam bentuk barang senilai $2 juta yang tersebar di Singapura dan Indonesia dari perusahaan manufaktur terkemuka asal Inggris, Rolls Royce, dalam pembelian 50 mesin pesawat Airbus SAS pada periode 2005-2014 pada PT Garuda Indonesia.

Pemberian suap itu dilakukan melalui seorang perantara Soetikno Soedarjo selaku beneficial owner dari Connaught International Pte. Ltd.

Rolls Royce sendiri oleh pengadilan di Inggris berdasarkan investigasi Serious Fraud Office (SFO) Inggris sudah dikenai denda sebanyak £671 juta atau sekitar Rp11 triliun karena melakukan praktik suap di beberapa negara antara lain Malaysia, Thailand, China, Brazil, Kazakhstan, Azerbaizan, Irak, Anggola.
KPK awalnya menerima laporan dari SFO dan Corrupt Practices Investigation Bureau (CPIB) Singapura yang sedang menginvestigasi suap Rolls Royce di beberapa negara, SFO dan CPIB pun mengonfirmasi hal itu ke KPK termasuk memberikan sejumlah alat bukti.

Komisi antirasuah melalui CPIB dan SFO juga sudah membekukan sejumlah rekening dan menyita aset Emirsyah yang berada di luar negeri.

[Gambas:Video CNN] (ani/arh)