Mbak Tutut mengatakan Soeharto memilih diksi 'berhenti' bukan 'mundur' ketika menyampaikan pidato terakhir sebagai presiden ketika itu. Soeharto menyerahkan jabatan presiden kepada wakilnya BJ. Habibie.
Lihat juga:Siasat Yusril Jelang Soeharto Terjungkal |
Mbak Tutut mengaku saat itu sempat bertanya kepada sang ayah alasan menggunakan diksi 'berhenti'. Menurutnya, Soeharto menjelaskan jika menggunakan istilah mengundurkan diri ketika masa tugas belum selesai berarti dirinya tak bertanggung jawab.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Soeharto, kata Tutut, saat itu akan banyak korban jika dirinya tetap menjabat. Soeharto juga, lanjutnya, merasa sudah tak dipercaya oleh rakyat.
Menjelang pernyataan 'berhenti' Soeharto sekaligus keruntuhan Orde Baru, gelombang protes bermunculan dari kelompok pro demokrasi.
Mahasiswa maupun kelompok masyarakat lainnya melakukan aksi turun ke jalan menuntut Soeharto mundur. Bahkan sempat terjadi kerusuhan pada 13-15 Mei 1998. Puncak protes ditandai pendudukan MPR/DPR pada 18 Mei 1998.
[Gambas:Video CNN] (fra/arh)