Golkar Bahas Ketua MPR untuk Gerindra, Prioritaskan Koalisi

CNN Indonesia | Sabtu, 20/07/2019 05:05 WIB
Golkar Bahas Ketua MPR untuk Gerindra, Prioritaskan Koalisi Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto mengatakan pihaknya akan membicarakan soal permintaan Partai Gerindra terkait kursi Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) periode 2019-2024.

"Nanti kami bisa bicarakan itu (kursi Ketua MPR untuk Gerindra)," kata Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (19/7).
Airlangga menyatakan sebenarnya posisi Ketua MPR bisa ditentukan dengan melihat jumlah perolehan kursi partai politik yang lolos ke DPR sesuai hasil rekapitulasi KPU. Menurutnya, komposisi kursi partai pendukung Presiden Joko Widodo sudah cukup untuk paket koalisi di parlemen.

"Kan kami punya koalisi pendukung pemerintah. Itu jumlah kursinya cukup lah untuk paket koalisi. Kita lihat jumlah kursi lah," ujarnya.


Terpisah, Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily mengatakan mekanisme sistem paket yang diberlakukan dalam pemilihan pimpinan MPR membuat pihaknya terbuka untuk melakukan pembicaraan dengan partai politik mana pun, termasuk Gerindra.

"Karena sistem pemilihan Ketua MPR itu sistem paket maka sangat mungkin terbuka melakukan pembicaraan dengan partai lain," kata Ace saat dikonfirmasi, Jumat (19/7).

Meski begitu, partai politik di koalisi pendukung Joko Widodo-Ma'ruf Amin belum membicarakannya. Golkar, kata Ace, akan memprioritaskan pembicaraan soal komposisi pimpinan MPR bersama partai koalisi.

Menurutnya, jabatan Ketua MPR periode mendatang logisnya diberikan kepada partai politik dengan perolehan kursi di DPR terbanyak kedua hasil Pemilu 2019, yakni Golkar.

"Ketua MPR logisnya diduduki partai pemenang kedua. Kalau Gerindra menduduki kursi itu, belum sama sekali dibicarakan di koalisi kami," kata Ace.

Sebelumnya, Ketua DPP Partai Gerindra Sodik Mujahid mengharapkan kursi Ketua MPR periode 2019-2024 bisa diisi oleh kader Gerindra agar lebih memperkuat rekonsiliasi usai Pilpres 2019.

(fra/mts)