Pansel Terima 900 e-Mail soal Rekam Jejak Capim KPK

CNN Indonesia | Senin, 22/07/2019 21:09 WIB
Pansel Terima 900 e-Mail soal Rekam Jejak Capim KPK Ketua Panitia Seleksi calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2019-2023 Yenti Ganarsih. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua panitia seleksi calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (Pansel KPK), Yenti Garnasih mengatakan pihaknya sudah menerima sekitar 900 masukan masyarakat lewat pesan surat elektronik (e-mail) terkait rekam jejak para calon pimpinan lembaga antikorupsi.

Pansel KPK, kata Yenti, akan melihat masukan dari masyarakat tersebut sebagai salah satu penilaian untuk para peserta yang lolos ke tahap selanjutnya.

"Sekarang juga sudah ada beberapa masukan-masukan. Kemudian kami sudah (terima) 900 (e-mail) sekalian. Belum lagi yang ke HP (handphone) masing-masing pansel dan sudah kami masukan, kami bahas," kata Yenti di Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, Senin (22/7).


Yenti mengatakan, masukan dari masyarakat yang akan pihaknya dalami adalah laporan berbasis data dan tak asal. Ia pun meminta masyarakat yang memberikan masukan tak menyampaikan laporan fitnah dan informasi bohong seputar para calon.

Menurut Yenti, 900 e-mail berisi rekam jejak yang telah dikirim masyarakat kebanyakan berasal dari tim sukses para calon pimpinan KPK. Dosen Fakultas Hukum Universitas Trisakti itu menyatakan Pansel bakal lebih teliti membaca masukan dari masyarakat itu.

"Jadi email itu hanya ini tolong dong ini baik, ini bagus, bahkan dikatakan inilah calon ketua KPK. Itu yang baru masuk," ujarnya.
Sementara anggota Pansel KPK Harkristuti Harkrisnowo mengatakan bahwa pihaknya tak menargetkan jumlah peserta seleksi yang lulus uji kompetensi. Ia menyatakan Pansel KPK membuat nilai tersendiri, dengan komposisi 60 persen objektif tes dan 40 persen makalah.

"Kami tidak menentukan jumlah yang lulus tapi kami menentukan passing grade," ujarnya.

Harkristuti menyebut masukan masyarakat yang saat ini sudah mencapai 900 e-mail akan digunakan dalam menilai para calon pimpinan KPK. Ia memastikan masukan dari masyarakat tak sekedar formalitas dalam menjaring calon komisioner lembaga antirasuah.

"Masukan-masukan itu akan kami gunakan pada sebelum wawancara. Itu sebabnya masukan dari anda semua kami tunggu sampai tanggal 30 Agustus," katanya.

Tes Psikologi

Pansel KPK telah menetapkan 104 orang lulus uji kompetensi. Mereka yang lolos wajib mengikuti tes selanjutnya, yakni tes psikologi di Pusdiklat Kementerian Sekretariat Negara, Jalan Gaharu, Cilandak, Jakarta Selatan, Minggu 28 Juli.

Anggota Pansel KPK Hamdi Muluk menyebut tes psikologi dilakukan untuk melihat sejumlah aspek yang berkaitan dengan psikologi, seperti kecerdasan, analisis sintesis, kemampuan mengantisipasi masalah, ketenangan emosi, serta stabilitas emosi.

"Anda bayangkan di antara komisioner itu ada yang memiliki gangguan psikologis, itu bahaya," kata Hamdi.
Hamdi mengatakan dalam tes psikologi ini juga akan ada tes integritas. Menurutnya, Pansel KPK akan mencari kandidat yang terbaik dari 104 nama yang dipastikan lolos untuk kemudian mengikuti tes psikologi akhir pekan ini.

"Kami cari orang yang paling tangguh. Kami potong lagi. Setelah kami potong nanti kami akan lakukan uji publik," ujarnya.

Hamdi berharap bersamaan dengan uji publik nanti laporan dari masyarakat terkait rekam jejak masuk ke Pansel KPK. Menurutnya, laporan dari masyarakat tentang rekam jejak para kandidat menjadi pertimbangan untuk melakukan wawancara.

"Jadi wawancara akhir itu seluruh aspek sudah berkumpul menjadi satu. Kita punya orang yang kompeten, kita punya orang yang fit secara psikologi untuk pekerjaan ini (pemberantasan korupsi)," kata Hamdi.
[Gambas:Video CNN] (fra/ugo)