Rumah DP 0 Rupiah Masuk Tahap Uji Coba Sistem Kelistrikan

CNN Indonesia | Rabu, 24/07/2019 05:22 WIB
Rumah DP 0 Rupiah Masuk Tahap Uji Coba Sistem Kelistrikan Rumah DP 0 rupiah masuk tahap uji coba kelistrikan. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Program Rumah DP 0 Rupiah Klapa Village, Jakarta Timur diperkirakan akan segera rampung. Rencananya pengembang sedang melakukan uji coba sejumlah sistem kelistrikan di Klapa Village.

Direktur Administrasi dan Keuangan PD Pembangunan Sarana Jaya, Bima Priya Santosa menyatakan uji coba dilakukan mulai pekan ini.

"Pekan ini kita lakukan test diesel, mesin genset dan lift pekan ini," kata Bima kepada CNNIndonesia.com, Selasa (23/7).


Bima menjelaskan konstruksi bangunan tower Samawa Klapa Village sudah hampir rampung. Ditargetkan Agustus pekan pertama sudah tower tersebut sudah siap huni.

"Sisi fisik menara Samawa sudah selesai memang masih ada pekerjaan eksterior seprrti landscape yang masih harus diselesaikan. Tapi pekan pertama Agustus saya kira selesai," kata dia.
Adapun fasilitas yang harus dipenuhi, kata Bima, seperti jalan luar, taman, lampu dan sejumlah fasilitas penerangan lainnya. Dia optimistis bahwa fasilitas tersebut rampung dalam waktu dekat.

"Rencana kita terakhir pekan pertama Agustus kontruksi supply unit selesai," kata dia.

Direktur Utama Perumda Pembangunan Sarana Jaya, Yoory C. Pinontoan mengatakan realisasi perkembangan pembangunan hunian DP nol rupiah per tanggal 15 Juni 2019 sudah mencapai 87 persen. 

Pembangunan hunian DP 0 rupiah dibangun di atas luas lahan 5.686 m2, dengan total lantai mencapai 21 lantai, terdiri dari 780 unit yang dibagi menjadi tiga tipe. 
Pertama tipe studio berjumlah 240 unit, seharga Rp184.800.000 - Rp195.800.000 per unit; tipe 1 kamar tidur berjumlah 180 unit, seharga Rp 210.760.000 - Rp213.400.000 per unit; dan tipe 2 kamar tidur berjumlah 360, senilai Rp 304.920.000 - Rp310.640.000 per unit.

Rumah DP 0 Rupiah merupakan salah satu janji kampanye Anies saat menjadi Gubernur DKI Jakarta. Saat itu ia menyatakan bakal membuat hunian terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Namun belakangan rumah ini dibangun untuk masyarakat berpenghasilan menengah.

[Gambas:Video CNN] (ctr/ugo)