Rizieq Klaim Dicekal karena Ada Nego Indonesia-Saudi

CNN Indonesia | Senin, 02/12/2019 07:38 WIB
Rizieq Klaim Dicekal karena Ada Nego Indonesia-Saudi Imam besar FPI Rizieq Shihab. (Foto: CNN Indonesia/ Safir Makki)
Cirebon, CNN Indonesia -- Imam besar FPI Rizieq Shihab dalam sambutannya melalui teleconference di sela Reuni Aksi 212 mengungkapkan alasannya tidak bisa kembali ke Indonesia dari Arab Saudi. Menurutnya, hingga saat ini statusnya masih dalam status dicekal oleh pemerintah Arab Saudi atas permintaan pemerintah Indonesia.

"Pertanyaannya kenapa saya belum bisa pulang karena saya masih dicekal oleh pemerintah Arab Saudi dengan alasan keamanan atas permintaan pemerintah Indonesia. Karena itu saya minta pemerintah Indonesia akhiri kebohongan di tengah kehidupan berbangsa bernegara," ucapnya di tengah massa Reuni 212 di Monas, Jakarta Pusat, Senin (2/12).

"Apa yang dikatakan dubes Arab Saudi yang lama, mereka siap mengembalikan ke Indonesia tapi ada nego antara pejabat tinggi dua negara ini," tambahnya.


Rizieq mengatakan pencekalan dirinya sebagai bentuk pengasingan oleh rezim Jokowi yang saat ini berkuasa.

Dalam kesempatan yang sama, Rizieq juga menjelaskan terkait pertanyaan soal keharusannya melaporkan ke pihak KBRI Arab Saudi.

"Saat pencekalan pihak yang pertama kali saya beritahu otoritas pemerintah Indonesia. Bahkan dubes Indonesia di Riyadh mengirimkan utusan resmi Ketua Pos BIM di KBRI Riyadh untuk meminta keterangan," ujarnya.

Pernyataan Rizieq sekaligus menjawab pernyataan pemerintah melalui Menko Pohukam Mahfud MD yang menyatakan jika imam besar FPI itu tidak dicekal.

Mahfud menjelaskan pencekalan gugur jika dalam waktu enam bulan pihak yang dicekal tak dibawa ke pengadilan.

"Katanya itu sudah satu setengah tahun, berarti masalahnya bukan di pemerintah Indonesia. Masalahnya di pemerintah Arab Saudi, silakan urusannya ke sana. Kalau ada sesuatu yang bisa kita bantu, ya kita bantu," kata Mahfud di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (12/11). (dhf)