FOTO: 'Selimut Abu' Pascaerupsi Gunung Tangkuban Parahu

AFP, ANTARA, AP, REUTERS, CNN Indonesia | Sabtu, 27/07/2019 16:25 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Pasca-erupsi pada Jumat (26/7), kawasan wisata Gunung Tangkuban Parahu tertutup oleh abu vulkanik.

Gunung Tangkuban Parahu, Jawa Barat, mengalami erupsi pada Jumat (26/7) sore sekitar pukul 15.48 WIB. Tinggi kolom abu terpantau mencapai 200 meter di atas puncak atau sekitar 2.284 di atas permukaan laut. (ANTARA FOTO/Novrian Arbi)
Selang satu hari setelah erupsi, area sekitar gunung tertutup oleh abu vulkanik. Sejumlah polisi tampak berpatroli menyisir area wisata Gunung Tangkuban Parahu pada Sabtu (27/7). (REUTERS/Septianjar Muharam)
Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Bandung menyiagakan petugas untuk mengantisipasi aktivitas vulkanik gunung yang terkenal dengan legenda Sangkuriang-nya itu. (AFP/Timur Matahari)
Aktivitas vulkanik Gunung Tangkuban Parahu disebut masih belum stabil. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyebut masih adanya potensi erupsi akibat tremor yang terus terekam. (ANTARA FOTO/Novrian Arbi)
Untuk sementara waktu, Kepolisian Daerah Jawa Barat menutup kawasan wisata Tangkuban Parahu. Penutupan diberlakukan selama tiga hari pasca-erupsi. (REUTERS/Septianjar Muharam)
Sejumlah warung yang berada di area wisata Tangkuban Parahu juga telah menutup operasinya untuk sementara waktu. (AP Photo/Kusumadireza)
Sejumlah atap warung di sekitar Kawah Ratu tertutup oleh abu vulkanik akibat letusan Gunung Tangkuban Parahu. (ANTARA FOTO/Novrian Arbi)
Sejumlah petugas terkait juga terus melakukan pemantauan di sekitar kawah-kawah yang ada di kompleks Gunung Tangkuban Parahu. (AFP/Timur Matahari)
Banyaknya abu vulkanik membuat para petugas kebencanaan harus menggunakan masker untuk melindungi pernapasannya. Paparan abu vulkanik akan berbahaya untuk sistem pernapasan. (AP Photo/Kusumadireza)
Selain abu vulkanik, warga juga diminta untuk mewaspadai meningkatnya konsentrasi gas-gas vulkanik di sekitar Gunung Tangkuban Parahu. (AFP/Imam Rafi)
Erupsi Gunung Tangkuban Parahu disebut tak akan berpengaruh terhadap pergerakan Sesar Lembang yang menjadi 'hantu' bagi warga Bandung dan sekitarnya. (ANTARA FOTO/Novrian Arbi)
Erupsi yang terjadi masih bersifat freatik atau melibatkan aktivitas air pada bagian atas gunung dan belum memperlihatkan indikasi pengaruh kenaikan magma. (REUTERS/Septianjar Muharam)