Gerindra Makin 'Pede' Gabung Koalisi, Klaim Tak Minta Kursi

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Minggu, 28/07/2019 02:34 WIB
Gerindra membuka kemungkinan bergabung dengan koalisi pemerintahan meski mengklaim tak meminta jatah kursi menteri. Gerindra menyebut terbuka kemungkinan Partai Gerindra bergabung koalisi pemerintahan meski mengklaim tak meminta jatah kursi menteri. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Ferry Juliantono menyebut partainya terbuka untuk bergabung dalam koalisi pemerintahan pada periode kedua pemerintahan Joko Widodo. 

Keterbukaan ini kata Ferry terjadi sejak Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto bertemu dengan Joko Widodo di stasiun MRT, serta pertemuan dengan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri di kediaman Mega yang berlokasi di Jalan Teunku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (23/7).

"Kemungkinan Partai Gerindra bergabung di pemerintahan. Jadi terbuka kemungkinan itu," kata Ferry di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (27/7).


Meski begitu kata Ferry, bergabungnya Gerindra dalam koalisi pendukung pemerintahan Jokowi semuanya tergantung pada mantan Gubernur DKI Jakarta itu. Sebab, semuanya harus atas persetujuan Jokowi apakah memang Gerindra dibutuhkan mengawal pemerintahan dari dalam atau tidak.

"Itu juga sangat tergantung dari apakah Pak Jokowi sebagai presiden merasa bahwa beliau perlu untuk mengajak partai-partai di luar koalisinya, atau sejauh mana Pak Jokowi sebagai presiden kemudian bisa mau menyelesaikan masalah bersama sama," ucapnya.

Oleh karena itu Gerindra maupun Prabowo menolak keras jika pertemuan yang dilakukan Prabowo-Jokowi maupun Prabowo-Mega disangkutkan dengan jatah kursi menteri yang mungkin akan didapatkan oleh partainya.

Apalagi soal jatah kursi menteri ini menurut Ferry sepenuhnya adalah ranah dan hak presiden untuk memilih para pembantunya.

"Soal kursi soal menteri itu hak prerogatif. Jadi menurut saya harus dibedakan antara Pak Prabowo memberi masukan terhadap soal-soal yang lebih besar, soal kemandirian soal apa, dengan soal nitip menteri dan sebagainya. Saya rasa enggak," kata Ferry.

Yang jelas kata Ferry, Prabowo akan selalu siap membantu Jokowi jika memang diminta, sekalipun bukan terkait posisi menteri.

"Maka itu gerindra tidak akan minta jabatan, tapi Pak Prabowo akan membantu bila diperlukan," kata dia.

[Gambas:Video CNN] (tst/stu)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK