"Ini penting diperhatikan karena bahan daur ulang pembuatan kantong plastik hitam tidak jelas dari limbah atau dari apa, sehingga kebersihan dan keamanannya tidak terjamin," kata Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) DKPP Kota Palangka Raya Sumardi, Minggu (28/7).
Ia mengatakan, diantara kandungan zat yang terdapat pada kantong plastik hitam tersebut ialah logam berat seperti timbal (Pb) yang sangat berbahaya bagi kesehatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Plastik hitam punya karakter sendiri dan zat berbahaya itu bisa berpindah pada makanan yang bersentuhan langsung. Khususnya untuk makanan panas termasuk juga daging. Jika ditempatkan pada plastik hitam maka daging akan cepat menyerap zat-zat yang terkandung pada plastik," katanya.
Dia juga mengimbau panitia kurban dapat memisahkan penempatan daging dan bagian lain dari hewan kurban.
Sebaiknya antara daging, dan jeroan ditempatkan dalam plastik terpisah. Ini dilakukan agar daging tidak cepat rusak.
Sementara itu, dalam rangka memastikan kesehatan dan kelayakan hewan kurban DKPP "Kota Cantik" juga telah menyiapkan tim yang akan memeriksa kesehatan.
"Tim ini terdiri dari 12 orang. Mereka pun sudah siap melakukan pemeriksaan," katanya.
Ia mengatakan, tim tersebut nantinya akan dibagi dalam dua kelompok. Pertama yang bertugas memeriksa hewan kurban di dalam kota dan kedua bertugas memeriksa hewan kurban di luar kota.
Sampai saat ini tercatat sekitar 900 sapi dan 200 kambing mulai dijajakan oleh para penjual hewan kurban. Jumlah itu dimungkinkan terus bertambah seiring mendekati hari Idul Adha 2019.
Lihat juga:Bukan Tinggalkan, Tapi Bijak Pakai Plastik |
[Gambas:Video CNN]
(antara/ard)