Kategori sedang ini didapat lantaran, meski mengalami peningkatan dari angka Indeks Demokrasi di 2017, peningkatan tersebut pun tak terlalu signifikan.
Kepala BPS, Suhariyanto menyebut angka Indeks Demokrasi Indonesia per 2018 meningkat sebesar 72,39 poin sementara pada 2017 lalu Indeks Demokrasi berkisar di angka 72,11 poin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Percuma Ekonomi Tumbuh Kalau Kemakmuran Semu |
"Dari tiga aspek ini, kita bisa menarik kesimpulan bahwa IDI pada 2018 naik 0,28 poin, penyebab utamanya adalah perbaikan pada aspek lembaga demokrasi," kata Suhariyanto.
"Sementara, aspek lembaga demokrasi justru mengalami kenaikan dibandingkan tahun 2017 sebesar 2,76 poin menjadi 75,25,"
Dia juga menjelaskan untuk mengukur indeks demokrasi ini, tiga aspek tadi dibagi ke dalam beberapa variabel dengan beberapa indikator.
"Misalnya aspek kebebasan sipil terdiri dari empat variabel yakni kebebasan berkumpul dan berserikat, kebebasan berpendapat, kebebasan berkeyakinan, dan kebebasan diskriminasi," kata Suhariyanto.
Kemudian untuk aspek terakhir yakni aspek lembaga demokrasi terdiri dari lima variabel yakni pemilu yang bebas dan adil, peran DPR, peran partai politik, peran birokrasi pemerintah daerah serta peradilan yang independen.
Sementara untuk kategori, Indeks Demokrasi Indonesia terbagi dalam tiga kategori. Pertama, kategori buruk bila Indeks Demokrasinya berada di bawah 60. Kedua, nilai Indeks Demokrasi dalam kisaran angka 60-80 termasuk dalam kategori sedang.
"Dan yang ketiga yakni kategori baik dengan indeks di atas 80," kata dia. (tst/wis)