Buku bertema komunisme dan Aidit itu masing-masing berjudul Aidit Dua Wajah Dipa Nusantara diterbitkan oleh KPG Jakarta; Sukarno, Marxisme dan Leninisme: Akar Pemikirian Kiri dan Revolusi Indonesia diterbitkan Komunitas Bambu; Menempuh Jalan Rakyat, D.N Aidit diterbitkan oleh Yayasan Pembaharuan Jakarta; Sebuah Biografi Ringkas D.N Aidit oleh TB 4 Saudara.
Keduanya yang tergabung dalam komunitas Vespa Literasi, dibawa ke kantor Polsek Kraksaan, Sabtu (27/7) malam, untuk diperiksa mengenai buku-buku tersebut, yang digelar di lapak baca buku gratis yang mereka buka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, salah satu perwakilan Vespa Literasi, Zainul Haras R bercerita penangkapan dua temannya terjadi pada Sabtu malam.
"Mereka mengambil buku dengan mengatakan 'ini buku bermasalah, mas, buku ini kami sita Anda juga kami bawa untuk dimintai keterangan di kantor', begitu. Akhirnya dibawa dan diinterogasi sampai sekitar pukul 23:30 WIB," kata Zainul kepada CNNIndonesia.com.
Usai diperiksa hampir tengah malam. Zainul mengatakan rekannya diperbolehkan pulang, namun sempat diminta kembali ke Polsek setempat untuk dimintai keterangan lanjutan. Akan tetapi hingga kini pemeriksaan kepada keduanya tak kunjung dilakukan.
Zainul menuturkan dirinya bersama Muntasir, Saiful dan sejumlah rekannya di komunitas Vespa Literasi, telah rutin membuka lapak Baca Buku dan Mewarnai Gratis untuk anak-anak di Alun-alun Kraksaan, selama dua tahun terkahir.
Ia menyebutkan gerakannya itu tak lain adalah upaya untuk menumbuhkan semangat membaca masyarakat sekitar Kraksaan, Probolinggo. Ia mengaku heran dengan peristiwa penangkapan pada Sabtu malam itu.
"Komunitas yang kami dirikan ini atas dasar semangat membaca. Kegiatannya mingguan, setiap hari Sabtu dan Minggu ngelapak Baca Buku dan Mewarnai Gratis untuk anak-anak sampai malam di Alun-alun Kraksaan. Kadang kita adakan diskusi kebangsaan," ujarnya.
[Gambas:Video CNN] (frd/wis)