YI jadi korban teror karena tak mampu membayar utangnya. Poster yang menyebut dirinya siap 'digilir' agar bisa membayar utang senilai Rp 1.054.000, diunggah di aplikasi pesan singkat salah satu grup WhatsApp.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dedi menuturkan kasus yang dialami YI adalah modus sejumlah fintech untuk menekan konsumen yang belum mampu melunasi hutangnya. Ia pun mengimbau kepada masyarakat agar berhati-hati agar tak terjerat kasus renterir pinjaman online ilegal seperti yang terjadi di Solo.
Dia yang meminjam uang melalui empat fintech berbeda, tak mampu melunasi utangnya. YI juga tak tahu fintech-fintech itu ilegal
Dalam salah satu teror yang diterima, orang diduga dari salah satu perusahaan fintech membuat poster berisi hoaks bahwa dirinya rela 'digilir' demi bisa membayar utangnya.
YI juga telah mengadukan peristiwa tersebut ke Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Kementerian Hukum dan HAM.
[Gambas:Video CNN] (sas/wis)