Diketahui, kursi Jaksa Agung dijabat oleh Mohammad Prasetyo yang merupakan salah satu mantan kader Partai NasDem sejak 2014.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dalam konteks Indonesia dia jabatan politik. Semua partai boleh melirik posisi tersebut. Tetapi keputusan akhir pada Presiden, pada Pak Jokowi," kata dia.
Tak hanya itu, Taufiqulhadi membantah kabar bila parpol koalisi Jokowi menjadi renggang akibat berebut posisi Jaksa Agung. Ia mengatakan tak ada kaitannya antara koalisi dengan perebutan posisi kementerian di kabinet Jokowi usai Pilpres 2019 berakhir.
"Tidak ada suasana seperti itu yang terjadi. Kalau ada sedikit terjadi sebuah pernyataan yang sedikit bersebrangan di antara parpol diantara koalisi, tidak ada hubungan dengan persoalan Jaksa Agung," kata dia.
(rzr/arh)