Hal itu berdasarkan pemantauan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) sampai akhir Juli 2019.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) per 28 Juli 2019, titik api terpantau di sejumlah provinsi, antara lain Aceh sebanyak 1 titik, Jambi 7 titik, Riau 6 titik, Kalimantan Tengah 69 titik, Kalimantan Barat 11 titik, Kalimantan Selatan 22 titik.
Ilustrasi kerhutla. (ANTARA FOTO/Rony Muharrman) |
Dody melanjutkan sampai 1 Juli, terdapat 5 provinsi, yakni Riau, Kalimantan Barat, Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan, serta 3 kabupaten, yakni Dumai, Sambas, dan Siak, yang menetapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan.
"Status siaga darurat sudah ditindaklanjuti dengan mengaktifkan Satgas penanggulangan bencana karhutla yang dikeluarkan oleh BNPB di Sumsel, Riau, dan Kalbar," ujarnya.
Personel gabungan ini berasal dari satuan tugas darat dan udara dari unsur TNI, Polri, BPBD, Masyarakat Peduli Api, dan sejumlah kementerian/lembaga.
Pelaksana Harian Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Agus Wibowo mengatakan tim satgas udara menggunakan armada helikopter dan fixed wing untuk pemadaman, pendinginan, patroli, hingga survei di lokasi.
[Gambas:Video CNN]
"Jadi helikopter disiagakan di empat provinsi, Riau 17 helikopter, Sumatera Selatan tiga, Kalimantan Barat enam, dan Kalimantan Tengah tujuh," ujar Agus melalui keterangan tertulis, Selasa (30/7).
Selain helikopter, satgas udara juga menggunakan pesawat untuk operasi teknologi modifikasi cuaca (TMC). Operasi ini, kata Agus, untuk memicu hujan di wilayah-wilayah yang terpapar titik api dengan menebarkan garam di awan potensial.
[Gambas:Video CNN] (fra/arh)
Ilustrasi kerhutla. (