Polisi Medan Ringkus 2 Pelajar Komplotan Becak Hantu

CNN Indonesia | Rabu, 31/07/2019 15:53 WIB
Polisi Medan Ringkus 2 Pelajar Komplotan Becak Hantu Ilustrasi penjara. (Istockphoto/menonsstocks)
Medan, CNN Indonesia -- Polrestabes Medan meringkus anggota pencuri komplotan 'becak hantu' yang kerap beraksi di Kota Medan.

Dua pelaku yang masih di bawah umur ini diciduk saat tertidur lelap di Jalan Wahidin, Kecamatan Medan Area, Kota Medan, Sumatera Utara.

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dadang Hartanto mengatakan dua tersangka yang berhasil diringkus adalah DLS alias Gonong (16) dan KM (15). Mereka diamankan di rumah salah satu tersangka di Kecamatan Medan Area sekitar pukul 03.00 dini hari WIB.


"Saat ditangkap, keduanya masih tidur. Kemudian keduanya diboyong ke kantor polisi untuk diinterogasi," ujar Dadang Hartanto, Rabu (31/7).


Dadang mengatakan penangkapan dua remaja ini bermula dari laporan salah satu korban, Erika, warga Kelurahan Sukaramai, Kecamatan Medan Area. Pada 26 Maret 2019 lalu, korban memarkirkan sepeda motornya di depan rumah, sekitar pukul 21.00 WIB.

"Akan tetapi, beberapa saat kemudian, motor korban lenyap dari depan rumah. Korban kemudian melaporkan kejadian itu kepada polisi," katanya.

Kemudian, lanjut Dadang, polisi melakukan penyelidikan dan memeriksa rekaman kamera pengawas dari sejumlah titik. Dari kamera pengawas itulah ditemukan kecocokan wajah pelaku.

"Tim Pegasus kemudian melakukan operasi penangkapan pada 29 Juni 2019. Kami menemukan kecocokan wajah pelaku melalui rekaman CCTV dan mendapat informasi bahwa kedua pelaku ada suatu tempat," ungkapnya.

Dari hasil pemeriksaan, ternyata dua tersangka yang masih di bawah umur tersebut telah beraksi sedikitnya 26 kali di sejumlah titik di Kota Medan. Mereka juga mengaku kerap mencuri menggunakan modus 'becak hantu'.

"Mereka beraksi bersama dua orang teman lain, yakni berinisial JO yang kini masih dalam buruan petugas, dan Vander yang telah ditangkap dalam kasus yang lain," katanya.

Berdasarkan rekaman kamera pengawas yang diambil polisi dari sejumlah lokasi ditemukan fakta bahwa dua pelajar tersebut terekam saat beraksi. Mereka berpura-pura membawa becak untuk mengambil makanan sisa dari tempat sampah di rumah-rumah warga.

"Namun, di balik keranjang yang mereka bawa, terdapat alat-alat untuk membobol rumah dan sepeda motor. Saat masyarakat dan petugas keamanan lengah, mereka langsung membobol rumah yang ditinggal pemilik atau menggondol sepeda motor dari halaman," ujar Dadang.

Dadang mengatakan hingga kini polisi masih terus melakukan pengembangan serta mengejar otak pelaku dari kelompok ini.

"Kami masih memburu otak kejahatan becak hantu ini. Sebab, mereka kerap merekrut anak di bawah umur untuk menjalankan aksi kejahatan," katanya.


[Gambas:Video CNN] (fnr/kid)