Pemilihan Ketum, Dedi Mulyadi Yakin Golkar Tak akan Pecah

CNN Indonesia | Rabu, 31/07/2019 23:02 WIB
Pemilihan Ketum, Dedi Mulyadi Yakin Golkar Tak akan Pecah (Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Jawa Barat, Dedi Mulyadi. CNN Indonesia/Tiara Sutari)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Jawa Barat, Dedi Mulyadi optimis internal partai berlambang beringin itu tidak akan pecah. Keyakinan ia ungkap berkaitan dengan pemilihan ketua umum yang akan dilakukan  dalam Forum Musyawarah Nasional Partai Golkar Desember mendatang.

Sebagai informasi saat ini ada dua nama yang mengemuka akan menjadi ketua umum Golkar, Bambang Soesatyo dan Airlangga Hartarto . Kedua kandidat tersebut dipandang memiliki visi yang sama.

Keduanya sama-sama mendukung Joko Widodo dalam periode kedua pemerintahannya.  


"Tidak akan mungkin terjadi (perpecahan) karena apa, karena frekuensinya sama, kan sama-sama mendukung pemerintah saat ini, jadi frekuensi (perpecahan) itu gak mungkin terjadi," kat Dedi ditemui di Gedung DPP Golkar DKI Jakarta, Rabu (31/7) malam.

Dedi menjelaskan, saat ini kader Partai Golkar juga cenderung menghindari konflik internal. Saat ini katanya, kondisi partai berbeda dibandingkan dengan Munas 2014 lalu.

Saat 2014, perpecahan cukup kuat memang terjadi di dalam tubuh Partai Golkar. Perpecahan terjadi karena Golkar kubu Aburizal Bakrie saat itu keukeuh mendukung Prabowo Subianto.

Sementara Agung Laksono lawannya memilih untuk mendukung Jokowi.  

"Di internal Golkar ada kerinduan Munas itu tak menjadi ajang konflik politik yang terbuka karena itu merugikan Golkar berdasarkan sejarah," kata Dedi.

Tak hanya itu, ia juga memastikan tak akan ada perpecahan antara kader yang mendukung Airlangga dengan kader partai yang mendukung Bamsoet.  Pasalnya ia mengklaim, Dewan Pimpinan Daerah Golkar tingkat provinsi dan kabupaten/kota serta ormas dan sayap partai sudah 90 persen mendukung Airlangga menjadi ketua umum Golkar.

"Itu sudah dihitung berdasarkan deklarasi dukungan DPD I dan DPD II," kata Dedi.

(tst/agt)