Sebagai informasi saat ini ada dua nama yang mengemuka akan menjadi ketua umum Golkar, Bambang Soesatyo dan Airlangga Hartarto . Kedua kandidat tersebut dipandang memiliki visi yang sama.
Keduanya sama-sama mendukung Joko Widodo dalam periode kedua pemerintahannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara Agung Laksono lawannya memilih untuk mendukung Jokowi.
"Di internal Golkar ada kerinduan Munas itu tak menjadi ajang konflik politik yang terbuka karena itu merugikan Golkar berdasarkan sejarah," kata Dedi.
Tak hanya itu, ia juga memastikan tak akan ada perpecahan antara kader yang mendukung Airlangga dengan kader partai yang mendukung Bamsoet. Pasalnya ia mengklaim, Dewan Pimpinan Daerah Golkar tingkat provinsi dan kabupaten/kota serta ormas dan sayap partai sudah 90 persen mendukung Airlangga menjadi ketua umum Golkar.
"Itu sudah dihitung berdasarkan deklarasi dukungan DPD I dan DPD II," kata Dedi.
(tst/agt)