Salah satu program dari DKI yang memakai bus listrik sebagai transportasi umum adalah TransJakarta. Namun keberadaan TransJakarta yang menggunakan bus listrik tak sepenuhnya bisa menjadi solusi pengurangan polusi.
Pengamat Transportasi Universitas Indonesia Alvinsyah menilai saat ini yang dibutuhkan untuk penerapan transportasi umum berbasis listrik hanyalah kemauan dari pemerintah. Sebab, target bus listrik untuk transportasi itu jelas, yakni meminimalisasi polusi di Jakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alvin menggarisbawahi bahwa penekanan polusi tak bisa hanya ditekan dari penerapan transportasi massal bertenaga listrik. Harus ada kebijakan lain yang turut mendukung jika ingin benar-benar mengurangi polusi di Jakarta.
"Kalau strategi ini diterapkan maka bisa ditindaklanjuti dengan mewajibkan kendaraan pribadi menggunakan tenaga listrik," lanjut Alvin.
Dari segi lingkungan DKI Jakarta yang macet, Alvin berpendapat pemerintah juga bisa menghitung teknologi baterai yang dimiliki oleh kendaraan listrik untuk transportasi umum itu. Contohnya dengan menghitung rata-rata kecepatan ideal transportasi di jalan raya.
"Karena mengoperasikan trayek yang efisien merupakan prinsip dasar merancang sistem angkutan umum," tutup Alvin.
Untuk diketahui, sejauh ini baru PT TransJakarta yang sudah menggunakan bus listrik untuk transportasi. TransJakarta sendiri baru mengantongi satu dari tiga izin pengoperasian bus listrik.
Setidaknya ada tiga izin yang harus dimiliki PT TransJakarta untuk pengoperasian bus listrik. Pertama, izin bus dari Mobil Anak Bangsa (MAB) yang sudah mendapatkan Sertifikat Uji Tipe (SUT) dari Kementerian Perhubungan.
PT TransJakarta diketahui sudah melakukan pra uji coba tiga bus listrik di tiga titik, yakni Monas, Ancol, dan Taman Mini saat libur Lebaran lalu.
Sebelumnya, Presiden Jokowi menyarankan Anies Baswedan untuk memperbanyak moda transportasi umum berupa bus listrik guna mengurangi polusi udara di Ibu Kota. Dia mengaku bakal menyampaikan itu kepada Anies.
"Ya mestinya sudah dimulai, kita harus mulai segera, paling tidak (perbanyak) transportasi umum, bus-bus (listrik). Nanti akan saya sampaikan ke gubernur (Anies Baswedan)," kata Jokowi di Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta, Kamis (1/8).
[Gambas:Video CNN] (ctr/osc)