Pengamat: Transportasi Bus Listrik Butuh Kemauan Pemerintah

CNN Indonesia | Jumat, 02/08/2019 09:36 WIB
Pengamat: Transportasi Bus Listrik Butuh Kemauan Pemerintah Ilustrasi bus listrik. (CNN Indonesia/Jonathan Patrick).
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk menggalakkan transportasi berupa bus listrik sebagai angkutan umum. Jokowi menilai, langkah tersebut dapat menjadi salah satu mengurangi polusi di Ibu Kota.

Salah satu program dari DKI yang memakai bus listrik sebagai transportasi umum adalah TransJakarta. Namun keberadaan TransJakarta yang menggunakan bus listrik tak sepenuhnya bisa menjadi solusi pengurangan polusi.

Pengamat Transportasi Universitas Indonesia Alvinsyah menilai saat ini yang dibutuhkan untuk penerapan transportasi umum berbasis listrik hanyalah kemauan dari pemerintah. Sebab, target bus listrik untuk transportasi itu jelas, yakni meminimalisasi polusi di Jakarta.


"Tidak perlu kajian terlalu teknis yang rumit. Karena sasarannya jelas untuk mengurangi polusi udara, tinggal kemauan," kata Alvin kepada CNNIndonesia.com, Kamis (1/8).

Alvin menjelaskan pemerintah perlu menghitung kerugian dari tingginya polusi sebelum penerapan kendaraan listrik. Kemudian sebaliknya pemerintah juga perlu menghitung keuntungan saat tingkat polusi dapat ditekan.

"Tentunya dari sini aspek ekonomi yang akan lebih mencuat karena juga menyangkut bisnis industri otomotif dan kemampuan publik membeli kendaraan tenaga listrik," jelas dia.

Alvin menggarisbawahi bahwa penekanan polusi tak bisa hanya ditekan dari penerapan transportasi massal bertenaga listrik. Harus ada kebijakan lain yang turut mendukung jika ingin benar-benar mengurangi polusi di Jakarta.

"Kalau strategi ini diterapkan maka bisa ditindaklanjuti dengan mewajibkan kendaraan pribadi menggunakan tenaga listrik," lanjut Alvin.

Dari segi lingkungan DKI Jakarta yang macet, Alvin berpendapat pemerintah juga bisa menghitung teknologi baterai yang dimiliki oleh kendaraan listrik untuk transportasi umum itu. Contohnya dengan menghitung rata-rata kecepatan ideal transportasi di jalan raya.

Selanjutnya pemerintah juga bisa mempertimbangkan panjang pendeknya trayek yang dilalui oleh transportasi berbasis listrik.

"Karena mengoperasikan trayek yang efisien merupakan prinsip dasar merancang sistem angkutan umum," tutup Alvin.

Untuk diketahui, sejauh ini baru PT TransJakarta yang sudah menggunakan bus listrik untuk transportasi. TransJakarta sendiri baru mengantongi satu dari tiga izin pengoperasian bus listrik.

Setidaknya ada tiga izin yang harus dimiliki PT TransJakarta untuk pengoperasian bus listrik. Pertama, izin bus dari Mobil Anak Bangsa (MAB) yang sudah mendapatkan Sertifikat Uji Tipe (SUT) dari Kementerian Perhubungan.

Kedua, izin untuk bus listrik dari BYD buatan China yang masih perlu mendapatkan sertifikasi. Terakhir PT, TransJakarta masih perlu mengurus Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB) dari kepolisian.

PT TransJakarta diketahui sudah melakukan pra uji coba tiga bus listrik di tiga titik, yakni Monas, Ancol, dan Taman Mini saat libur Lebaran lalu.

Sebelumnya, Presiden Jokowi menyarankan Anies Baswedan untuk memperbanyak moda transportasi umum berupa bus listrik guna mengurangi polusi udara di Ibu Kota. Dia mengaku bakal menyampaikan itu kepada Anies.

"Ya mestinya sudah dimulai, kita harus mulai segera, paling tidak (perbanyak) transportasi umum, bus-bus (listrik). Nanti akan saya sampaikan ke gubernur (Anies Baswedan)," kata Jokowi di Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta, Kamis (1/8).

[Gambas:Video CNN] (ctr/osc)