3.500 Penumpang KRL Tertahan di Kereta saat Listrik Padam

CNN Indonesia | Minggu, 04/08/2019 17:51 WIB
3.500 Penumpang KRL Tertahan di Kereta saat Listrik Padam Penumpukan penumpang di stasiun karena KRL tak bisa beroperasi karena listrik padam. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sekitar 3500 penumpang kereta Commuter Line sempat tertahan di tengah jalur perlintasan karena listrik padam yang menyebabkan kereta tak bisa beroperasi. Sebanyak 3.500 penumpang tersebut kini sudah dievakuasi.

Direktur Utama PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) Wiwik Widayanti mengatakan evakuasi berlangsung dengan lancar dalam waktu kurang dari 60 menit.

"Dalam waktu kurang dari 60 menit evakuasi berlangsung dengan tenang dan aman karena pengguna dapat mengikuti arahan dari petugas sesuai SOP tanggap darurat," kata Wiwik di Kantor KCI, Jakarta Pusat, Minggu (4/8).


KCI mencatat ada tujuh kereta yang tengah berada di jalur rel antar stasiun saat listrik padam sekitar pukul 11.48 WIB. Selain tujuh kereta di jalur lintas antar rel, sebanyak 16 kereta juga terhenti di Stasiun.

Vice President Operasi KCI Broer Rizal mengatakan rata-rata satu kereta yang terhenti di jalur lintas itu berisi 500 penumpang. Maka itu jika ditotal dari tujuh kereta yang terhenti terdapat 3.500 penumpang.

Adapun tujuh kereta yang terhenti di jalur itu adalah tiga kereta di lintas barat yaitu akan memasuki Stasiun Parung Panjang. Dua kereta di lintas Selatan yaitu mau memasuki Stasiun Tebet dan Stasiun Cilebut.

Dua kereta lainnya terhenti di jalur menuju Stasiun Jatinegara dan Stasiun Cakung.

Tak hanya tujuh kereta Commuter Line yang terhenti. Namun dua kereta lintas Jawa juga sempat berhenti karena padamnya listrik.

"Tadi pada saat PLN off ada dua KA yang menghalangi jalur antara Manggarai - Jatinegara. Satu KA di hilir, satu KA di hulu," ujar Broer.

Namun satu KA sudah berhasil dievakuasi sehingga KA yang menuju ke arag Gambir telah normal. Namun saat ini kereta dari Gambir tidak bisa beroperasi.

"Yang dari Gambir sementara tidak bisa diberangkatkan," kata Broer.
[Gambas:Video CNN] (gst/sur)