Pos Pengamatan Gunung Tangkuban Parahu Terimbas Listrik Padam

CNN Indonesia | Minggu, 04/08/2019 16:27 WIB
Pos Pengamatan Gunung Tangkuban Parahu Terimbas Listrik Padam Ilustrasi pos pengamatan Gunung Tangkuban Parahu. (ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah wilayah di Bandung Raya turut mengalami listrik padam sejak Minggu (4/8) siang. Pos pengamatan Gunung Tangkuban Parahu PVMBG terimbas, meski dipastikan tetap beroperasi normal.

Kepala Subbidang Mitigasi Gunung Api Wilayah Barat PVMBG Nia Haerani, pihaknya sudah mengantisipasi padamnya listrik. Namun demikian, dia berharap kondisi mati listrik diharapkan tidak terlalu lama.

"Tapi jika mati lampu cukup lama, sistem penerimaan digital di Pos PGA akan terganggu jika PC mati," katanya, Minggu (4/8).


Saat ini, pihaknya menggunakan alat dengan sumber listrik lain. "Ada dua tipe alat di pos pemantauan yang pakai accu dan yang pake listrik. Kalau listrik mati tinggal yang pakai accu jalan," kata Nia.
"Sistem lapangan tidak terganggu karena digunakan sumber energi dari solar panel dan baterai atau accu," sambung Nia.

Soal lamanya penggunaan solar panel, Nia menyebutkan hal itu bergantung pada kondisi cuaca. Jika cuaca cerah, alat bisa jalan terus non-stop.

"Tapi jika cuaca mendung atau musim hujan, menurut pengalaman kami alat maksimal masih bisa jalan sekitar tiga hari tanpa asupan sinar matahari. Tergantung banyaknya jenis peralatan yang dipasang di stasiun," katanya.

Sementara, informasi dari PLN Area Bandung, saat ini sedang terjadi gangguan untuk wilayah sebagian Banten, Jakarta, dan wilayah Jawa Barat. Saat ini, upaya masih terus dilakukan PLN.

PLN membenarkan terjadinya pemadaman di sejumlah wilayah di Pulau Jawa.

"Kami mohon maaf sebesar-besarnya untuk pemadaman yang terjadi," ujar Executive Vice President Corporate Communication & CSR PLN I Made Suprateka dalam keterangannya, Minggu (4/8).
(hyg/ain)