Listrik Padam, Ketua DPR Desak Menteri Rini Tanggung Jawab

CNN Indonesia | Senin, 05/08/2019 16:43 WIB
Listrik Padam, Ketua DPR Desak Menteri Rini Tanggung Jawab Ketua DPR Bambang Soesatyo meminta Menteri BUMN bertanggung jawab terhadap insiden listrik padam. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua DPR Bambang Soesatyo mendesak Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno bertanggung jawab terkait insiden listrik padam pada Minggu (4/8) hingga Senin (5/8).


Menurutnya, Rini harus segera melakukan revitalisasi dan berbagai perbaikan di tubuh PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) dan menginvestigasi kemungkinan unsur kesengajaan di balik kerusakan yang menyebabkan listrik padam tersebut. 


"Dalam kasus ini harus bertanggungjawab dan kami minta adalah Menteri BUMN untuk segera melakukan revitalisasi dan berbagai perbaikan di tubuh PLN menjadi tanggungjawabnya serta melakukan investigasi terhadap kerusakan tersebut apakah ada unsur-unsur kesengajaan," kata sosok yang akrab disapa Bamsoet itu di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Senin (5/8).



Dia menilai, kejadian listrik padam yang telah terjadi merupakan sebuah keteledoran yang tidak boleh terjadi dan seharusnya bisa diantisipasi. 

Listrik padam menurutnya juga telah merugikan perekonomian. Bamsoet mengaku dapat memahami sikap Jokowi yang marah saat mendatangi Kantor Pusat PT PLN karena insiden listrik padam terjadi di ibukota negara dan mencoreng citra Indonesia di mata internasional.

"Saya memahami jika Presiden marah, karena ini Ibukota barometer negara ini. Kalau dikaitkan dengan citra pastinya akan sangat tercoreng di mata internasional," ujarnya.


Lebih jauh, Bamsoet meminta Pelaksana tugas (Plt) Direktur Utama PT PLN Sripeni Inten Cahyani mengambil langkah-langkah strategis untuk mengantisipasi agar kejadian serupa tidak terulang di hari mendatang.

Ia berkata, insiden listrik padam beruntung tidak mengakibatkan kejadian-kejadian yang tidak diinginkan seperti kecelakaan pesawat atau moda transportasi lainnya atau mengganggu transaksi keuangan perbankan dalam skala besar.


"Untung tidak ada kecelakaan pesawat, kereta seperti di MRT. Belum ada kabar bank-bank yang bobol terkait pemadaman ini karena kemarin pas weekend jadi arus transaksi keuangan juga tidak terlalu banyak. Bayangkan jika ini terjadi di hari kerja," kata politikus Partai Golkar itu.

Pemadaman listrik terjadi di wilayah Jakarta dan sebagian Banten, Jawa Barat, serta Jawa Tengah, pada Minggu (4/8). Bahkan beberapa wilayah masih padam hingga Senin (5/8) pagi.

PLN sebelumnya menjelaskan bahwa penyebab pemadaman listrik adalah karena ada gangguan pada sisi transmisi Ungaran dan Pemalang 500 kV. Hal ini mengakibatkan transfer energi dari timur ke barat mengalami kegagalan.

Akibatnya, seluruh pembangkit di sisi tengah dan barat Jawa mengalami gangguan (trip). Aliran listrik kemudian padam di wilayah Jabodetabek, sebagian Jawa Barat dan Jawa Tengah. Listrik padam di wilayah Jabodetabek sendiri terjadi mulai pukul 11.48 WIB.

Selain itu, pemadaman listrik di wilayah lainnya termasuk Jawa Barat disebabkan karena gangguan transmisi Sutet 500 kV. Area yang terdampak listrik padam ini antara lain Bandung, Bekasi, Cianjur, Cimahi, Cirebon, Garut, Karawang, Purwakarta, Majalaya, Sumedang, Tasikmalaya, Depok, Gunung Putri, Sukabumi, dan Bogor.
[Gambas:Video CNN] (mts/sur)