Papan reklame rerupa merek bir jatuh ke tanah. Menutup riwayat keperkasaan Kalijodo sebagai lokasi prostitusi legendaris ibu kota. Tak ada lagi bilik cinta 2x1,5 meter. Dentuman musik koplo lesap. Lampu sorot disko dari kafe kelas bawah, padam.
Kalijodo yang berada di Jalan Kepanduan II, Kelurahan Pejagalan Kecamatan Penjaringan mulanya dikenal jadi tempat nongkrong muda-mudi Jakarta sejak 1950-an. Namun memasuki 1970, wajahnya berubah jadi lokasi kencan singkat. Butuh 40 tahun hingga akhirnya Basuki Tjahaja Purnama-saat itu menjadi gubernur DKI, menyikatnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bagus sih buat anak-anak, kegiatan keluarga. Dulu kan tempat begitu [kumuh]," ujar Sumiati (50) pengunjung Taman Kalijodo, akhir bulan lalu.
Mengenang penggusuran, ada sekitar 5.000-an warga yang tinggal ketika buldoser meratakan Kalijodo tiga tahun lalu. Tidak semuanya terdaftar dengan KTP DKI Jakarta. Hanya enam rukun tetangga (RT) dengan pemukim ber-KTP warga DKI. Sisanya adalah perantau. Profesi mereka mulai dari dagang sayur, tukang parkir hingga pekerja di bisnis prostitusi.
RTH Kalijodo. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) |
Astono baru menjabat sebagai kepala RW pada 2018. Dia menjelaskan, sejumlah warga yang terdaftar di wilayah kelurahan Pejagalan direlokasi ke Rumah Susun (Rusun) Marunda, Cilincing, Jakarta Utara. Mereka yang ber-KTP luar DKI, dipulangkan ke daerah asal. Penataan Kalijodo membawa suasana positif bagi warga setempat.
"Fungsinya sudah berubah dari konotasi negatif jadi positif lah," kata Lurah Pejagalan, Ichsan Firdaosy kepada CNNIndonesia.com di kantornya.
Skatepark Kalijodo. (REUTERS/Darren Whiteside) |
Detik-detik penggusuran
Fajar Heri (38 tahun), agak kesal ketika mengingat penggusuran Kalijodo. Fajar merupakan eks warga Kalijodo yang kini tinggal di cluster A11 Rusun Marunda. Ia jadi ketua RT. Membawahi 300 warga eks Kalijodo yang senasib.
Fajar mengaku sempat mendengar bahwa penggusuran mulanya dilakukan untuk permukiman terlarang di atas jalur hijau. Prostitusi dan premanisme jadi target utama.
"Bilang kan mau tertibin lokalisasinya, tiba-tiba semuanya dihancurin," ujarnya.
Fajar berkeyakinan 'kampungnya' di Kalijodo tidak sekumuh kampung lainnya atau bahkan sama saja dengan permukiman kumuh lainnya.
"Dibilang kumuh sih kagak sekumuh yang lain, sama aja kayak kampung lainnya," ungkap Fajar.
"Masih banyak kampung kumuh lain yang enggak diurusin," ujarnya.
Puji menceritakan kehidupannya di Kalijodo tidak terlalu terpengaruh kegiatan bisnis terlarang itu. Menurutnya, di permukiman juga kerap digelar pengajian. Warga yang bekerja di dunia prostitusi, kata dia, sangat menghargai santri, pemuka agama, dan orang tua.
"Mungkin dia kerjanya kayak begitu, tapi justru dia tahu diri," tuturnya.
Kesulitan ekonomi
Puji mengaku kegiatan ekonomi di perkampungan Kalijodo saat itu pantang redup. Bahkan hingga malam pun ia masih bisa menawarkan jasa ojeknya. Kini suami Puji berprofesi sebagai kuli bangunan. Dapat duit musiman bergantung proyek yang datang. Puji pun hanya seorang ibu rumah tangga. Mengais rezeki dari pemberdayaan yang difasilitasi Unit Pelayanan Rumah Susun (UPRS) Marunda.
"Kalau kita belum bisa mengikuti [kegiatan ekonomi] yang ada di sini. Masih meraba-raba. Semua kegiatan saya ikuti, seperti bank sampah, tapi ya gitu penghasilanya enggak jelas," terangnya.
Kepala UPRS Marunda, Ageng Darminto mengakui kehidupan ekonomi di daerah kecamatan Cilincing memang sulit. Pihaknya berupaya mengembangkan program pemberdayaan masyarakat seperti urban farming, pelatihan membatik dan berbagai keterampilan lainnya.
Penggusuran kawasan Kalijodo 2016 silam. (ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma) |
Ageng yang dulu merupakan kepala UPRS di rusun Pulogebang Jakarta Barat mengatakan eks warga Kalijodo di sana mungkin lebih beruntung karena kegiatan ekonominya lebih lancar. Banyak laporan para warga eks Kalijodo usahanya berhasil. Ada 86 kepala keluarga eks warga Kalijodo di Pulogebang.
Meski begitu, Ageng tetap mengatakan keberhasilan ekonomi juga bergantung pada kebiasaan warganya sendiri. Ada warga yang terkadang memiliki kekurangan dalam mengatur usahanya.
"Bagaimana mereka harus bisa cekatan, tapi tetap dalam pendampingan," tegasnya.
[Gambas:Video CNN] (ain/ani/ain)
RTH Kalijodo. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Skatepark Kalijodo. (REUTERS/Darren Whiteside)
Penggusuran kawasan Kalijodo 2016 silam. (ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma)