Menanti Sentuhan Anies di Kampung Akuarium

CNN Indonesia | Kamis, 22/08/2019 14:42 WIB
Warga Kampung Akuarium bermimpi punya rumah permanen. Berharap janji pemerintah agar warga yang terpecah karena digusur, kembali berkumpul. Suasana permukiman di Kampung Akuarium, Jakarta Utara. (CNN Indonesia/Ulfa Arieza)
Jakarta, CNN Indonesia -- Anak-anak Kampung Akuarium, Penjaringan, Jakarta Utara antusias menyambut belasan turis yang datang mampir ke kampungnya. Ada interaksi yang hangat, mereka saling bertegur sapa.

"Hello, what's your name?," kata salah satu bocah berbaju bola tanpa alas kaki. Suaranya lantang.

Sejumlah turis pun antusias memperkenalkan diri. Suasana demikian cair. Mereka kemudian berbalas nyanyian dalam bahasa Inggris. Mulanya anak-anak, kemudian para turis. Saling bergantian. Canda dan tawa menghiasi momen senja di penghujung Juli 2019.


Salah satu tokoh Kampung Akuarium, Dharma Diani mengatakan anak-anak bisa bahasa Inggris berkat pelajaran yang diberikan oleh mahasiswa dan aktivis anak. Kendati begitu, Yani--sapaan akrabnya-- belum menjelaskan lebih dalam makna kedatangan para turis di kampungnya itu.

"Ada mahasiswa dan aktivis anak suka ajarin (bahasa inggris). Program dari mereka. Kita hanya fasilitasi anak dan tempat; biasanya kegiatan hari Sabtu dan Minggu pagi," kata Yani saat ditemui CNNIndonesia.com.

Nyanyian Harapan Warga Kampung Akuarium (EBG)Permukiman di selter Kampung Akuarium. (CNN Indonesia/Hesti Rika)

Para turis sore itu menyewa jasa Himpunan Pramuwisata Indonesia. Mereka mempelajari Kampung Akuarium. Mereka diajak berkeliling kampung bermerek destinasi wisata bahari itu.

Langkah mereka terhenti tepat di depan Musala Al Ma'mur. Di depan serambi musala, terbentang gambar ilustrasi, maket pembangunan Kampung Akuarium. Ilustrasi itu ditempel pada majalah dinding (mading) di sebuah selter. Gambar tersebut disusun rapi oleh warga bersama sejumlah lembaga nirlaba seperti Rujak Center for Urban Studies, Urban Poor Consortium, dan Jaringan Rakyat Miskin Kota (JRMK).

Perencanaan desain permukiman dalam ilustrasi itu merupakan salah satu materi dari tajuk yang diberi judul 'Kampung Susun Bahari Akuarium'. Mading itu juga berkisah sejarah penggusuran kampung, desain konsep dermaga, sampai usulan rencana pengembangan potensi Kampung Akuarium. Para turis khusyuk menyimak penjelasan tour guide.

Seperti diketahui, Kampung Akuarium dulu dikenal sebagai satu wajah kekumuhan di pesisir utara Jakarta. Kampung ini digusur pada 11 April 2016 di era kepemimpinan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Namun dengan kedatangan Anies sebagai gubernur terpilih, kebijakan tersebut dibatalkan.

Kampung Akuarium kini sudah terlihat cantik. Tata ruang mulai dari bangunan fisik hingga tanaman tersusun rapi. Ada kesejukan terasa meski tanpa suara burung berkicau. Tanaman menghiasi bagian depan dan belakang bangunan tempat evakuasi sementara atau selter. Selter dibangun era Anies pada Januari 2018.

Selter masih menjadi tempat berlindung bagi warga Kampung Akuarium dalam kurun hampir hampir dua tahun. Ada 90 selter. Dindingnya berbeton tipis. Terbagi ke dalam tiga blok: A sebanyak 32 selter, dan blok B dan C masing-masing 28 selter. Di masing-masing blok terdapat 16 kamar mandi. Ada 85 keluarga yang menghuni Kampung Akuarium saat ini.

Warga Kampung Akuarium, kata Yani, sudah sangat terbantu dengan adanya selter. Kehidupan lebih baik dibandingkan sebelumnya. Sebelum menetap di sini, warga bermukim persis di Pasar Ikan, bagian dari wilayah Luar Batang, Jakarta Utara. Lokasinya dikenal kumuh. Pada April 2016, Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama menggusur permukiman lantaran lahan yang ditempati warga milik salah satu perusahaan daerah Pemprov DKI: PD Pasar Jaya.

Usai kejadian itu, sejumlah warga bertahan dengan membuat 130 bangunan berupa bedeng dan empat tenda besar di Kampung Akuarium. Mereka terlatih dalam melanjutkan hidup. Beberapa di antara mereka ada juga yang memilih pindah ke rusun yang disediakan Pemprov DKI dan mengontrak di lokasi lain.

Mimpi punya rumah permanen

Anies Baswedan saat itu maju sebagai calon gubernur DKI. Demi meraup suara, dia membuat kontrak politik dengan warga soal penataan Kampung Akuarium.

"Kalau ditanya apa yang belum ya bangunan permanen. Program-program jangka pendek dan program lainnya itu kayak pembentukan RT, pengaktifan identitas, program penghijauan, penerangan jalan, bank sampah, itu Alhamdulillah sudah semua," tutur Yani.

"Jadi, hanya tinggal tek apa namanya, peletakan batu pertama untuk bangunan permanen," sambung dia.

Pemprov DKI diketahui berjanji akan menata daerah ini lebih baik pada 2019. Namun, menurut Yani, warga masih belum mendapat kepastian.
Yani menuturkan keinginan warga Akuarium untuk memiliki bangunan permanen sangat tinggi. Mereka, aku dia, masih terus bersabar menunggu realisasi. Kembalinya kampung dengan adanya bangunan permanen, terang Yani, akan membuat warga yang terpecah belah kembali berkumpul.

"Kami sering komunikasi, apalagi sudah sering banget kumpul rapat. Kalau kami kan harapannya kembalinya kampung. Kembalinya kampung itu kan dari semua pemilik bangunan insyaallah bisa kembali," tukas Yani.
Nyanyian Harapan Warga Kampung Akuarium (EBG)Kampung Akuarium. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
"Walaupun di rusun, kontrakan luar, di mana pun mereka ada gitu kita maunya sih bisa kumpul lagi," lanjutnya.

Tim Arsitek dari Rujak Center for Urban Studies Amalia Nur Indahsari menyatakan, pihaknya terus memberikan pendampingan dan membantu warga untuk memahami isu-isu teknis.

"Misal tentang tata ruang, peraturan tentang perumahan dan permukiman, menerapkan metode partisipatif untuk mendesain kampung bersama warga," kata Amalia kepada CNNIndonesia.com, Jakarta, Selasa (30/7).

Sementara Jeanny Silvia Sari Sirait dari LBH Jakarta mengungkapkan pihaknya masih "bekerja" untuk warga Kampung Akuarium. Berdasarkan Keputusan Gubernur Nomor 878 Tahun 2018, Kampung Akuarium masuk ke dalam kampung yang hendak ditata dan dilegalisasi. Jalur nonlitigasi diupayakan dalam hal menjamin legal standing eksistensi warga Kampung Akuarium.

"Nah, ranah LBH Jakarta pada hal-hal yang memang bisa memastikan legal standing dan keamanan bermukim warga," kata Jeanny saat dihubungi CNNIndonesia.com.
[Gambas:Video CNN] (ryn/ain)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK