Keluarga Biarkan Prada DP Kabur Usai Bunuh Pacar

CNN Indonesia | Rabu, 07/08/2019 02:18 WIB
Keluarga Biarkan Prada DP Kabur Usai Bunuh Pacar Dalam sidang lajutan kasus okum TNI yang memutilasi pacarnya, Prada DP, terungkap bahwa keluarga besar membiarkan pelaku kabur usai mengetahui kejahatannya. (CNN Indonesia/Hafidz)
Palembang, CNN Indonesia -- Pengadilan Militer I-04 Palembang menggelar sidang lanjutan dengan agenda keterangan saksi pembunuhan yang dilakukan oknum anggota TNI, Prajurit Dua DP terhadap kekasihnya Fera Oktaria (21), Selasa (6/8).

Dalam sidang kedua ini terungkap bahwa keluarga besar Prada DP tahu bahwa terdakwa membunuh korban dan membiarkan DP melarikan diri.

Keluarganya pun membiayai kehidupan pelarian Prada DP saat bersembunyi di salah satu padepokan di Serang, Banten. Fakta tersebut muncul saat saksi Elsa Eliza, bibi Prada DP, memberikan keterangan dalam persidangan.


Di hadapan majelis hakim Letnan Kolonel CHK Khazim, Letnan Kolonel SUS Arif Zaki, dan Mayor CHK Syawaluddin, Elsa berujar dirinya mengetahui keberadaan Prada DP di Sungai Lilin, Kabupaten Musi Banyuasin, dari kakak iparnya, Dodi Karnadi melalui sambungan telepon pada 8 Mei.


Elsa bersama suaminya, Sahir, kemudian mendatangi rumah Dodi. Di sana, Elsa bertemu dengan Dodi, Prada DP, dan Imam, saksi lainnya.

Melihat kedatangan Elsa pada pukul 15.00, Prada DP pun langsung menangis dan memeluk bibinya itu seraya meminta maaf. Elsa menanyakan alasan Prada DP melarikan diri dari pendidikannya namun terdakwa enggan menjelaskan.

"Dua hari sebelumnya, kakak perempuan Fera mengabarkan kalau Fera juga hilang. Saya tanya ke DP, tahu tidak di mana Fera. Dia cuma bilang 'tidak tahu'," ujar Elsa.

Sekitar satu jam Elsa dan Sahir berada di rumah Dodi. Sementara Elsa berbincang dengan Prada DP, Sahir berbincang bersama Dodi dan Imam. Setelah satu jam, Elsa pun memutuskan untuk pulang.

Di tengah perjalanan, Sahir memberitahu Elsa bahwa Prada DP telah membunuh Fera. Hal tersebut diketahui Sahir usai berbincang dengan Dodi dan Imam.


Elsa terkejut mendengar kabar tersebut sehingga langsung mengabari orang tua DP di Palembang untuk segera datang ke rumah Dodi. Sementara Elsa dan Sahir pun kembali ke rumah Dodi, hingga akhirnya orang tua DP tiba di rumah Dodi pukul 21.00.

Setibanya orang tua Prada DP di kediaman Dodi, DP menangis dan meminta maaf kepada ibunya, Lena, telah membunuh Fera dan tidak bisa membanggakan orang tuanya.

Lena akhirnya mengajak DP pulang ke rumah bersama Dodi. Sementara itu, Imam sudah pulang menggunakan sepeda motor terpisah dari rombongan tersebut.

Namun di tengah perjalanan, Dodi dan DP tiba-tiba meminta diturunkan. Setelah itu, Elsa mengaku tidak mengetahui lagi keberadaan DP.


"Sebelum turun di jalan Dodi minta uang Rp2 juta ke saya, katanya untuk diberikan ke DP. Setelah itu saya tidak tahu lagi kabarnya. Baru 2 minggu kemudian saya dikabari DP ada di Serang. Tapi saya tidak tahu alamatnya," kata dia.

Sidang selesai setelah mendengarkan keterangan 3 saksi, yakni Imelda, teman korban Fera, Serli mantan kekasih Prada DP, serta bibi Prada DP, Elsa. Sidang lanjutan akan diselenggarakan pada Kamis (8/8) dengan agenda mendengarkan keterangan saksi tambahan. (idz) (idz/end)