Pansel Cari 20 Nama Capim KPK dari Tes 'Profile Assessment'

CNN Indonesia | Jumat, 09/08/2019 10:03 WIB
Pansel Cari 20 Nama Capim KPK dari Tes 'Profile Assessment' Anggota Pansel KPK Hendardi. (CNN Indonesia/Bimo Wiwoho)
Jakarta, CNN Indonesia -- Panitia seleksi calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (Pansel Capim KPK) tengah melaksanakan tes profile assessment selama dua hari, Kamis (8/8) dan Jumat (9/8). Tes lanjutan tersebut dilaksanakan di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), Jakarta.

Anggota Pansel KPK Hendardi mengatakan bahwa 40 peserta yang lolos mengikuti tes profile assessment selama dua hari ini. Hendardi menyatakan lewat tes ini akan disaring sebanyak 20 nama dari 40 peserta yang tersisa.

"Sama 40 peserta untuk 2 hari ini. Tanggal 23 Agustus baru diumumkan kelulusan 20 orang," kata Hendardi kepada CNNIndonesia.com.


Hendardi memastikan tes profile assessment dilakukan secara independen. Ia menyatakan tes dilakukan oleh pihak ketiga, sehingga Pansel Capim KPK hanya mengawasi jalannya tes tersebut.

"Ya vendor yg melakukan. Pansel mengawasi saja," ujarnya.

Para capim KPK mengikuti psikotes di Gedung Diklat Sekretariat Negara, Jakarta, 28 Juli. Para capim KPK mengikuti psikotes di Gedung Diklat Sekretariat Negara, Jakarta, 28 Juli. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Sebelumnya, Pansel Capim KPK menetapkan 40 peserta lolos seleksi tes psikologi pada 5 Agustus lalu.

Para peserta itu berasal dari sejumlah latar belakang, dengan rincian, akademisi atau dosen sebanyak 7 orang, advokat sebanyak 2 orang, jaksa sebanyak 3 orang, mantan jaksa sebanyak 1 orang, hakim sebanyak 1 orang.

Kemudian anggota Polri sebanyak 6 orang, komisioner dan pegawai KPK sebanyak 5 orang, auditor sebanyak 4 orang, Komisi Kejaksaan atau Kompolnas sebanyak 1 orang, PNS 4 orang, pensiunan PNS 1 orang, dan lain-lain sebanyak 5 orang.

Mereka antara lain mantan Wakil Ketua PPATK Agus Santoso, pensiunan PNS Aidir Amin Daud, Wakil Ketua KPK Alexander Marwata.

Kemudian Wakil Kabareskrim Polri Irjen Antam Novambar, Dosen Sespim Polri Brigjen Bambang Sri Herwanto, karyawan BUMN Cahyo R.E. Wibowo, pegawai KPK Chandra Sulistio Reksoprodjo, Komisioner Kompolnas Dede Farhan Aulawi.

Selanjutnya Tim Stanas Pencegahan Korupsi Dedi Haryadi, Wakil Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Irjen Dharma Pongrekun, auditor Eddy Hary Susanto, auditor Eko Yulianto, Kapolda Sumatera Selatan Firli Bahuri.

Pansel Cari 20 Nama Capim KPK dari Tes 'Profile Assessment'Jajaran Pansel Capim KPK yang diketuai oleh Yenti Ganarsih. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Lalu, dosen Fontian Munzil, pegawai bank Franky Ariyadi, Direktur Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat KPK Giri Suprapdiono, auditor BPK I Nyoman Wara, penasihat Menteri Desa, PDT, dan Transmigrasi Jimmy Muhamad Rifai Gani.

Jaksa Johanis Tanak, PNS BPKP Perwakilan Lampung Joko Musdianto, Analis Kebijakan Utama Lemdiklat Brigjen Juansih, Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif, advokat Lili Pintauli Siregar, dosen Luthfi Jayadi Kurniawan.

Mantan jaksa M. Jasman Panjaitan, dosen Marthen Napang, hakim Nawawi Pomolango, PNS BPK Nelson Ambarita, dosen Neneng Euis Fatimah, dosen Nurul Ghufron, PNS Sekretariat Kabinet Roby Arya Brata, PNS Kementerian Keuangan Sigit Danang Joyo.

Selain itu, Wakapolda Kalimantan Barat Brigjen Sri Handayani, jaksa Sugeng Purnomo, Direktur Pembinaan Jaringan Kerja dan Antar Komisi dan Instansi KPK Sujanarko, jaksa Supardi, dosen Suparman Marzuki, advokat Torkis Parlaungan Siregar, auditor Wawan Saeful Anwar, serta dosen Zaki Sierrrad.

[Gambas:Video CNN]
 
(fra/arh)