Soal Koalisi dengan PDIP, Fadli Singgung Timses Pilpres 2009

CNN Indonesia
Senin, 12 Agu 2019 14:59 WIB
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengatakan Prabowo Subianto mempertimbangkan dengan matang soal koalisi dengan PDIP. Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Ketua Partai Gerindra Fadli Zon mengatakan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto akan mempertimbangkan untuk membangun poros koalisi dengan PDIP selama lima tahun ke depan.

Hal itu disampaikan Fadli menyusul kehadiran Prabowo di gelaran pembukaan Kongres PDIP yang digelar di Pulau Bali pada Kamis (8/8).

Fadli menyatakan seluruh anggota Dewan Pembina Partai Gerindra telah menyerahkan mandat kepada Prabowo untuk tentukan sikap politik Gerindra ke depannya.

"Nanti Pak Prabowo akan mempertimbangkan itu [berkoalisi dengan PDIP] dengan matang. Karena beliau sudah diberikan amanah kemarin oleh anggota dewan pembina, keputusan itu kita serahkan ke Pak Prabowo," kata Fadli di Kompleks MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Senin (12/8).

Lebih lanjut, Fadli, yang juga Wakil Ketua DPR RI itu, mengaku hubungan antara Prabowo dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri berjalan sangat baik sampai saat ini.

Ia bahkan menyinggung relasi Megawati dan Prabowo yang pernah maju sebagai pasangan capres-cawapres di Pilpres 2009.

"Bahkan saya pernah jadi sekretaris umum dari tim kampanye nasional saat itu, hampir tiap hari saya ketemu dengan Bu Mega saat itu. Saya kira komunikasi bagus-bagus saja dibangun," kata dia.

Meski demikian, Fadli mengatakan sikap politik Gerindra secara definitif akan ditentukan pada forum rapat kerja nasional (Rakernas) yang rencananya digelar pada bulan September 2019 mendatang.

Forum Rakernas itu, kata dia, akan dijadikan sebagai sarana konsolidasi internal partai sekaligus sarana konsolidasi menghadapi pemerintahan baru lima tahun mendatang.

"Saya kira di situ akan ada masukan dari daerah-daerah, dari pimpinan-pimpinan, kemarin juga sudah. Di situ bagian nanti penyikapan politik ke depan," kata Fadli.

(rzr/arh)
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER