Sisir Api di Gunung Sumbing, BNPB Kerahkan 100 Personel

CNN Indonesia | Senin, 12/08/2019 14:18 WIB
Sisir Api di Gunung Sumbing, BNPB Kerahkan 100 Personel Gunung Sumbing yang juga sempat terbakar pada 2018. (ANTARA FOTO/Anis Efizudin)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) masih menyisir api di area kebakaran Gunung Sumbing, Jawa Tengah. Sebanyak 100 personel gabungan dikerahkan.

"Tim gabungan masih melakukan penyisiran di kawasan hutan Gunung Sumbing yang terbakar pada Senin pagi ini (12/8)," kata Agus Wibowo, Pelakasana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, dalam keterangan tertulisnya, Senin (12/8).

Ia merinci, 100 personel itu berasal dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonosobo, Perhutani Kedu Utara, Polres Wonosobo, Komando Distrik Militer (Kodim), dan sukarelawan Desa Banyumudal.


"Penyisiran bertujuan untuk memastikan apakah api benar-benar telah padam. Operasi penyisiran saat ini masih berlangsung di lapangan," imbuh Agus.

Sebelumnya, BPBD Kabupaten Wonosobo menginformasikan bahwa kebakaran hutan terjadi di kawasan Gunung Sumbing, Kecamatan Sapuran, Wonosobo, Jawa Tengah, Minggu (11/8) sore.

Kawasan terbakar berada pada petak 28 RPH Kleseman, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BPKH) Wonosobo, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Kedu Utara di Desa Banyumudal, Kecamatan Sapuran.

Agus menyebut berdasarkan pemantauan melalui teropong atau binocular pagi tadi masih ada titik asap di Gunung Sumbing, wilayah Magelang.

"Petak 29-1 ada tunggak kayu masih terbakar sedang dalam pemadaman oleh petugas/mandor perhutani wilayah Wonosobo," lanjutnya.

Di samping itu, kata Agus, BPBD Kabupaten Temanggung melakukan rapat koordinasi gabungan bersama Dandim, Kapolsek dan intansi terkait pada Senin ini.

"Salah satu poin rapat menginformasikan bahwa berdasarkan pantauan, api belum sampai ke wilayah Temanggung," katanya.

Data sementara yang berhasil dihimpun, api diketahui muncul sekitar Minggu (12/8) pukul 16.50 WIB. Obyek yang terbakar meliputi ilalang, serasah, dan sejumlah tanaman rimba berbagai jenis yang berfungsi sebagai hutan lindung.

Menurut pantauan petugas bersama Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), api diperkirakan berpotensi meluas karena faktor angin kencang.

"Kendati demikian, hingga saat ini belum diketahui luas hutan dan lahan yang terbakar. Jumlah kerugian juga belum bisa dipastikan mengingat pantauan sementara masih terkendala oleh kabut tebal dan minimnya sarana prasarana serta terbatasnya personel," tandasnya.

[Gambas:Video CNN] (gil/arh)