Hasto: Kesejatian Politik Terletak pada Wajah Budaya

PDI Perjuangan, CNN Indonesia | Senin, 12/08/2019 15:57 WIB
Hasto: Kesejatian Politik Terletak pada Wajah Budaya Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sekretaris Jenderal PDIP Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan bahwa berpolitik adalah soal kehidupan bersama dalam satu kekuatan kolektif, satu bangsa yang bertanah air satu.

"Kongres V PDI Perjuangan menekankan pentingnya Pancasila sebagai kekuatan jiwa bangsa yang dijabarkan dalam Tri Karsa, yakni Pertama, Pancasila sebagai pedoman kehidupan, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, Kedua, Pancasila sebagai pedoman perencanaan pembangunan di segala bidang kehidupan. Baik di bidang politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan, keamanan, maupun bidang lingkungan hidup dalam politik legislasi, politik anggaran, dan politik pengawasan; dan Ketiga, Pancasila yang hidup dan menghidupi rakyat dalam 5 bidang prioritas yakni bidang sandang pangan papan, pendidikan, tenaga kerja dan jaminan sosial, infrastuktur dan lingkungan hidup, agama, kepercayaan, mental spiritual dan kebudayaan," ujar Hasto.

Hasto juga mengatakan bahwa Kongres V PDIP yang digelar di Bali pada pekan lalu juga mengangkat semangat berkebudayaan Indonesia secara khusus.


"Sebab kesejatian politik terletak pada wajah kebudayaan. Dalam wajah kebudayaan ini, politik menempatkan perjuangan kemanusiaan sebagai hal yang hakiki. Masyarakat adil dan makmur," ujarnya lagi.

Hasto mengatakan perjuangan kemanusiaan itu termasuk di ranah ekonomi. Demikian pula, lanjut pria yang terpilih kembali jadi Sekjen PDIP itu pada Kongres V itu, hidup rukun, toleran, serta kesetaraan warga negara yang merupakan cermin penghormatan nilai kemanusiaan.

Selain itu, Hasto juga mengatakan partainya menempatkan kebudayaan sebagai esensi pokok nasionalisme. Ia menyebut Indonesia harus berbangga dengan warisan kebudayaan nusantara yang begitu berwarna, indah, penuh daya cipta, rasa, dan karsa.

"Lihatlah dari aspek yang sederhana. Keanekaragaman makanan nusantara dengan bumbu-bumbuan yang beraneka cita rasa, terlengkap di dunia. Ini adalah capaian kebudayaan yang seharusnya diangkat dan menjadi wajah politik Indonesia," katanya.

"Maka esensi pokok Kongres V PDI Perjuangan adalah Pancasila dalam seluruh ruang ekspresi kebudayaan Indonesia." (vws)