Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Brigadir Jenderal Polisi Dedi Prasetyo mengatakan Heidar mendapatkan informasi tentang kelompok KKSB yang sering melakukan pengancaman kepada penduduk.
Selain pengancaman, informasi yang didapatkannya juga menyebutkan jika KKSB melakukan pemerasan dengan mengambil bahan makanan dan barang-barang milik penduduk, penganiayaan hingga pemerkosaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Jenazah Briptu Heidar Dievakuasi ke Timika |
Seperti dijelaskan Dedi sebelumnya, peristiwa penyanderaan itu terjadi saat Heidar dan rekannya Bripka Alfonso Wakum sedang berada di Kampung Usir. Mereka tiba di kampung tersebut dengan menggunakan motor.
Kemudian Heidar menghampiri temannya. Sementara itu, Alfonso menunggu di atas motor. Saat Heidar berbincang dengan temannya itu tiba-tiba datang sekelompok orang dan langsung membawa Heidar.
Setelah kejadian tersebut, Bripka Alfonso langsung kembali dengan sepeda motor dan melaporkan peristiwa tersebut ke Pos Polisi di Kago, Kabupaten Puncak.
"Rencananya jenazah korban akan dievakuasi ke Makassar dan selanjutnya ke kampung halamannya di Barru untuk dimakamkan," kata Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Kamal seperti dikutip dari Antara, Selasa (12/8).
Kamal menjelaskan, saat ini orang tua korban yang bermukim di Serui sudah berada di Biak dan akan menuju Makassar.
[Gambas:Video CNN] (gst/ain)