Kepala Bidang Humas Polda Papua Kombes Ahmad Mustofa Kamal mengatakan peristiwa penyanderaan itu bermula saat Briptu Heidar dan Bripka Alfonso melakukan penyelidikan ke wilayah Puncak, Papua. Belum diketahui kasus apa yang sedang mereka selidiki.
Dengan sepeda motor, mereka pun mengelilingi wilayah Puncak hingga tiba di Kampung Usir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di tengah perbincangan itu, kata Kamal, tiba-tiba datang sekelompok orang yang langsung menangkap dan menyandera Heidar. Korban kemudian ditemukan tewas di sekitar lokasi penyanderaan.
Foto: CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi |
Hingga kini, pihaknya belum mengetahui penyebab kematian Heidar. Kesulitan sinyal pun membuat komunikasi kepolisian terputus dengan jajarannya.
"Mudah-mudahan dapat tersambung lagi signal jelek di Ilaga," tutur Kamal.
"Saat ini Jenazah Briptu Heidar telah di evakuasi ke Puskesmas Ilaga dan rencana besok akan diterbangkan ke Makasar untuk disemayamkan di kampung halaman," ujarnya.
Selain itu, Heidar akan diberikan kenaikan pangkat luar biasa karena telah gugur dalam bertugas. Pemberian pangkat itu rencananya akan dilakukan saat prosesi pemakaman.
[Gambas:Video CNN]
(gst/arh)
Foto: CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi