KSAD: Moderasi Bernegara Enzo 84 Persen

CNN Indonesia | Selasa, 13/08/2019 14:55 WIB
KSAD: Moderasi Bernegara Enzo 84 Persen Kepala Staf TNI Angkatan Darat Letnan Jenderal Andika Perkasa. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Andika Perkasa merilis nilai moderasi bernegara dari alat ukur alternatif yang menjadi dasar mempertahankan Enzo Zenz Allie sebagai taruna Akademi Militer.

Enzo, putera berdarah campuran Prancis menjadi sorotan karena kedapatan membentangkan bendera tauhid di akun media sosial miliknya. Bendera tersebut kerap diidentikkan dengan organisasi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang dilarang oleh pemerintah.

Moderasi bernegara Enzo, kata Andika, berada di nilai 84 persen. Jika dikonversi, indeks moderasi Enzo berada di angka 5,9 dari nilai maksimum 7 (tujuh).


"Hasilnya dianalisis hari Senin. Oleh karena itu kami memutuskan tetap mempertahankan Enzo dan seluruh taruna yang kami terima," kata Andika di Mabes AD, Jakarta Pusat, Selasa (13/8).
Andika memastikan alat ukur ini dapat dipertanggungjawabkan akurasinya. Alat ukur tersebut, kata dia, telah dipakai TNI dalam delapan tahun terakhir.

Dalam kesempatan tersebut, Andika menegaskan bahwa rekrutmen para calon taruna, termasuk Enzo, sudah memiliki alat ukur tersendiri. Alat ukur tersebut meliputi aspek akademik, kesehatan jasmani-psikologi, hingga mental dan ideologi. Dari hasil alat ukur tersebut, kata Andika, tidak ada keraguan terhadap 364 taruna yang diterima.

"Tapi karena ada info tambahan yaitu Enzo, maka kami berusaha objektif. Kami membuka diri. Maka kami mengambil salah satu alternatif alat ukur," tegas Andika.
Andika juga menyebut penilaian terhadap calon taruna akan terus berlangsung selama pendidikan empat tahun di Akmil. Andika memberi contoh, pada 2014 ada tiga taruna yang dikeluarkan sebelum mereka dilantik.

"Ada yang (dikeluarkan) di tahun kedua dan ketiga. Kemudian 2015 ada satu orang, 2016 ada 4 orang, dan 2018 ada 5 orang. Dan tahun ini sudah ada dua orang yang kami kelusrkan," kata Andika.

Catatan redaksi: berita ini mengalami perubahan judul pada Selasa (13/8) pukul 15.15 WIB.

[Gambas:Video CNN] (ryn/ain)


BACA JUGA