Sebelumnya, viral di media sosial foto Enzo sedang memegang bendera bertuliskan kalimat tauhid. Bendera itu identik dengan HTI yang sudah dibubarkan oleh pemerintah dua tahun lalu. Enzo bersama ibunya disebut-sebut simpatisan HTI dan pendukung khilafah.
"Kalau benar saya suruh berhentiin," kata Ryamizard di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (7/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pensiunan jenderal bintang empat itu menyatakan bahwa prajurit TNI yang terindikasi mendukung khilafah pun juga akan langsung dipecat.
Sebelumnya, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyatakan bahwa taruna akademi militer (Akmil) keturunan Prancis bernama Enzo Zenz Allie memenuhi syarat untuk menjadi taruna Akmil di Magelang, Jawa Tengah. Dia menyebut Enzo adalah WNI dan telah lolos syarat baik dari tes fisik mau pun psikologi.
Diketahui, Enzo menjadi perbincangan di media sosial setelah videonya beredar luas.
Hadi menegaskan bahwa Enzo merupakan warga negara Indonesia, bukan warga negara asing. Enzo boleh menjadi calon prajurit TNI dengan menempuh pendidikan sebagai taruna di Akmil.
Enzo merupakan putra dari pasangan Jean Paul Francois Allie asal Paris, Prancis dan Siti Hajah Tilaria asal Sumatera Utara. Enzo tinggal di Prancis sejak lahir. Kemudian, dia pindah ke Indonesia di usia 13 tahun usai sang ayah meninggal dunia.
"Statusnya WNI karena mulai dari pendaftaran persyaratannya (berstatus WNI) itu jadi diterima. Dari persyaratan saja masuk ke militer harus WNI, kita berbicara masalah persyaratan," ungkap Hadi.
[Gambas:Video CNN] (fra/ain)