Pernyataan Yaya merespons Jokowi yang mengaku malu karena asap karhutla Indonesia menjadi pemberitaan utama di Malaysia dan Singapura.
"Presiden sendiri malunya kepada masyarakat tetangga, kepada Malaysia, kepada Singapura, 'Kan saya malu terhadap mereka.' Lah, enggak malu sama masyarakat di Palangkaraya? Enggak malu pada masyarakat di Pontianak? Presiden harusnya malu juga pada masyarakat Indonesia yang bertahun-tahun selalu menderita asap," ujar Yaya saat ditemui di Kantor Eksekutif Nasional Walhi, Jakarta, Selasa (13/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Upaya pemerintahan Jokowi menangkal karhutla, kata Yaya, masih tak berdampak apa-apa. Alasannya, karena pemerintah tak serius merestorasi lahan gambut yang telah terbakar.
Sejumlah murid TK Islam Akramunnas mengenakan masker di kelas saat kabut asap menyelimuti Kota Pekanbaru, Riau, Rabu (31/7/2019). (ANTARA FOTO/FB Anggoro) |
Kemudian, pemerintahan Jokowi diminta untuk mulai berani menindak perusahaan induk. Pemerintahan Jokowi juga diminta mengambil inisiatif untuk langsung memproses pemilik izin lahan jika ditemukan karhutla.
"Sebenarnya UU 32 Tahun 2009 itu terkait kerugian, ada prinsip strict liability. Artinya pertanggungawaban secara mutlak dan langsung. Kalau diketahui di satu konsesi itu terjadi kebakaran, tanpa harus melihat siapa yang melakukan pembakaran tersebut, si pemegang izin ini harus bertanggung jawab melakukan pemulihan," ujar Yaya.
Jokowi menyatakan malu asap karhutla sampai masuk ke negara tetangga. Bahkan sampai menjadi berita utama media massa di sana.
"Saya kadang-kadang malu. Minggu ini saya mau ke Malaysia dan Singapura. Tapi, saya tahu minggu kemarin sudah jadi headline, jadi HL, jerebu masuk lagi ke negara tetangga kita. Saya cek jerebu ini apa, ternyata asap (kabut)," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Selasa (6/8).
Jokowi pun sejak itu menginstruksikan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian agar turut menerjunkan personel mengatasi kebakaran hutan dan lahan. Jokowi meminta anggota TNI-Polri dicopot jika lalai mengatasi karhutla.
[Gambas:Video CNN] (bmw/dhf/gil)
Sejumlah murid TK Islam Akramunnas mengenakan masker di kelas saat kabut asap menyelimuti Kota Pekanbaru, Riau, Rabu (31/7/2019). (ANTARA FOTO/FB Anggoro)